Kamrussamad Dorong Percepatan Vaksinasi di Sektor Perbankan

Kamrussamad Dorong Percepatan Vaksinasi di Sektor Perbankan Kredit Foto: Boyke P. Siregar

Dalam upaya menghadapi mutasi Virus Covid-19, maka program vaksin merupakan bagian dari solusi mitigasi khususnya sektor esensial.

Anggota Komisi XI DPR Kamrussamad mengatakan percepatan vaksin di sektor perbankan harus segera diselesaikan. Pasalnya sebanyak 300 ribu lebih vaksin sudah dialokasikan ke sektor perbankan meliputi bank-bank pelat merah yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), bank swasta nasional, dan Bank Pembangunan Daerah (BPD) se- Indonesia.

Baca Juga: Vaksin Gratis COVID-19 Telah Terdistribusi Ke Seluruh Indonesia

“Tujuannya agar karyawan perbankan yang berada di front liner dalam pelayanan nasabah memiliki kekebalan tubuh,” kata Kamrussamad di sela acara peresmian sentra vaksinasi Covid-19 di Bank DKI Kantor Layanan Juanda, Jakarta, pada akhir pekan lalu.

Politisi asal Gerindra itu menegaskan pelaksanaan vaksinasi tersebut merupakan  salah satu bagian dari program kegiatan vaksinasi nasional terhadap industri perbankan.

Menurutnya, vaksinasi para karyawan di sektor pebankan harus segera dilaksanakan mengingat dari data yang diterimanya lebih dari 5.000 orang yang berkecimpung di industri ini terjangkit virus Covid-19. “Ada sekitar ratusan orang dari industri ini yang meninggal dunia karena terjangkit virus ini,” ucapnya.

Dia menegaskan, dengan adanya vaksinasi yang dilaksanakan oleh OJK secara nasional ini maka diharapkan percepatan ekonomi khususnya didunia perbankan bisa segera normal kembali. Diharapkan, setelah vaksinasi yang dilakukan secara nasional ini maka diharapkan percepatan ekonomi bisa dilakukan secara cepat

“Apalagi dengan percepatan vaksinasi ini maka diharapkan pada kuartal III 2021 target vaksinasi bisa di atas 50%. Dan apabila PPKM darurat berjalan efektif maka saya yakin ekonomi akan kembali normal,” jelasnya.

Sementara itu Perwakilan Bank DKI, Romy Wijayanto  mengatakan pada pelaksanaan vaksinasi diharapkan bisa menjangkau 1.500 orang yang terdiri dari karyawan bank dan masyarakat sekitar.

“Kami terus memberikan motivasi kepada karyawan agar semangat dalam mengikuti program vaksinasi tersebut,” pungkasnya.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini