Pentagon Sampaikan Prihatin Mendalam pada Kondisi Afghanistan yang Memburuk

Pentagon Sampaikan Prihatin Mendalam pada Kondisi Afghanistan yang Memburuk Kredit Foto: Reuters/Afghanistan Ministry of Defence

Pejabat Pentagon mengamati kemajuan besar Taliban di Afghanistan "dengan keprihatinan mendalam." Sekretaris pers Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) John Kirby pada Minggu (11/7/2021) mendorong Afghanistan untuk "meningkatkan" dan membela negara di tengah penarikan pasukan AS.

Kirby mengatakan kepada penyiar "Fox News Sunday" Chris Wallace bahwa Pentagon "tidak lengah" dari situasi tersebut. Bantahan itu muncul setelah Taliban mengklaim menguasai 85% wilayah Afghanistan.

Baca Juga: Pasukan Afghanistan Perlu Diperhitungkan Juga Usai Pukul Mundur Taliban

"Kami tentu menyaksikan dengan keprihatinan mendalam, Chris, situasi keamanan yang memburuk dan kekerasan, yang tentu saja terlalu tinggi, dan kemajuan serta momentum yang tampaknya dimiliki Taliban saat ini," katanya, dikutip laman Fox News, Senin (12/6/2021).

Kirby mengatakan para pejabat sedang memantau gerakan Taliban di negara itu dan bekerja dengan militer Afghanistan. Dia mengatakan "untuk mendorong mereka menggunakan kapasitas dan kemampuan yang kami tahu mereka miliki, dan kami tahu bahwa mereka tahu bagaimana membela negara mereka."

Dia mengatakan kapasitas dan kemampuan Afghanistan termasuk Angkatan Udara yang "sangat mampu" dan pasukan khusus "sangat canggih" yang dapat membantu mempertahankan negara dari kebangkitan Taliban.

"Ini adalah waktu bagi mereka untuk melangkah dan melakukan hal itu," kata Kirby tentang mitra Afghanistan mereka.

Dengan Komando Pusat AS memperkirakan bahwa lebih dari 90% proses penarikan telah selesai, Kirby mengatakan bahwa meskipun pasukan AS tidak akan mendukung Afghanistan di darat, AS akan terus mendukung negara dan rakyatnya.

"Kami tidak akan meninggalkan hubungan ini," kata Kirby. "Kami akan terus mendukung mereka dari perspektif keuangan, perspektif logistik, dan tentu saja perawatan pesawat."

Penarikan AS dari Afghanistan terjadi setelah 20 tahun di negara itu – perang terlama AS. Lebih dari 2.400 tentara AS tewas dan hampir 21.000 terluka.

Selama periode 20 tahun, pasukan Amerika melatih lebih dari 300.000 anggota militer Afghanistan dan pasukan keamanan untuk membantu mereka memerangi ancaman Taliban.

Presiden Biden pada hari Kamis berjanji untuk membawa pulang pasukan Amerika pada 31 Agustus dan membela keputusan bipartisannya untuk melakukannya meskipun beberapa kritikus mengatakan langkah itu dapat "menciptakan masalah."

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini