Kim Jong-un Pamer Band Favoritnya, Alat Propaganda atau Beneran Punya Karya?

Kim Jong-un Pamer Band Favoritnya, Alat Propaganda atau Beneran Punya Karya? Kredit Foto: Rodong Sinmun

Media pemerintah Korea Utara (Korut) pada Senin (12/7/2021) mempromosikan group band baru favorit Kim Jong-un. Langkah promosi itu diambil setelah daya tarik partai yang berkuasa di negara itu dianggap memudar dalam beberapa bulan ke belakang. 

Surat kabar yang dikelola partai, Rodong Sinmun menyebut Band of the State Affairs Commission (SAC), sebuah orkestra campuran dan band paduan suara yang dinamai kantor quasi-presiden Kim, pada Minggu (11/7/2021) dilaporkan bertemu dengan pemimpin negara itu untuk menerima penghargaan baru.

Baca Juga: Kim Jong-un Kurusan Gak Bikin Pemerintahannya Goyah, Pakar: Ada Tanda-tanda Obat-obatan...

Kim memberikan penghargaan, berjabat tangan, dan berfoto bersama dengan para artis dari band tersebut. Pemimpin muda itu mengatakan bahwa mereka "membangkitkan minat orang-orang dengan mahakarya yang menerapkan niat Komite Pusat Partai."

Menurut Kim, ini terjadi ketika sektor artistik negara itu sekarang mengalami “hibernasi dan stagnasi.”

Sebagai tanggapan, para seniman harus memenuhi “misi penting” mereka untuk Partai Pekerja Korea (Workers' Party of Korea/WPK). Mereka harus menciptakan “lebih banyak mahakarya dengan pengaruh dan daya tarik yang lebih besar, berdenyut dengan semangat zaman, daripada sebelumnya.”

Artikel media pemerintah lainnya pada Senin (12/7/2021) menguraikan tentang nilai yang diberikan pemimpin tertinggi Korut pada para seniman. Isinya antara lain menyatukan populasi yang mereka akui di tempat lain masih mengalami kesulitan untuk sejalan dengan ideologi yang diamanatkan negara.

Band SAC telah menawarkan "deskripsi ideologis dan artistik yang jelas tentang kebesaran dan kepemimpinan WPK yang tak terkalahkan dan semangat juang semua orang untuk menunjukkan kepada seluruh dunia era hebat Kim Jong Un," menurut Korean Central News Agensi (KCNA).

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Selanjutnya
Halaman

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini