Kisruh Vaksin Berbayar, Mas Erick Angkat Suara: Bukan dari Uang Rakyat dan Juga Bukan Hibah

Kisruh Vaksin Berbayar, Mas Erick Angkat Suara: Bukan dari Uang Rakyat dan Juga Bukan Hibah Kredit Foto: AmiriYandi/InfoPublik/DJIKP/Kemkominfo

Menteri BUMN Erick Thohir membantah kalau program vaksinasi Gotong Royong akan menggunakan uang rakyat atau APBN, bahannya juga bukan dari vaksin bantuan (hibah) ataupun vaksin program pemerintah.

"Ini tidak menggunakan vaksin yang berasal dari vaksin yang sudah dialokasikan untuk program vaksinasi pemerintah. Juga, tidak menggunakan vaksin yang berasal dari hibah dari kerjasama bilateral dan multilateral, seperti hibah dari UAE dan yang melalui GAVI/COVAX,” ujar Erick Thohir dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin.

Menteri BUMN juga menyatakan seluruh pendanaan Vaksinasi Gotong Royong, baik untuk badan usaha maupun individu, tidak pernah menggunakan APBN.

"Pengadaan vaksin yang digunakan di Vaksinasi Gotong Royong serta pelaksanaannya menggunakan keuangan korporasi maupun pinjaman korporasi yang dilakukan oleh holding farmasi BUMN. Sama sekali tidak menggunakan dana dari APBN. Sementara, biaya vaksinasi Gotong Royong Individu menggunakan kewajaran harga vaksinasi yang akan dikaji oleh BPKP,” ujar Erick.

Ia menjelaskan hasil rapat koordinasi sore ini salah satunya menyepakati hal baru terkait penerima Vaksinasi Gotong Royong untuk Individu.

"Semua penerima Vaksinasi Gotong Royong Individu harus dinaungi badan usaha atau lembaga tempat ia bekerja. Tentu data yang akan digunakan adalah data badan usaha atau lembaga yang telah terdaftar untuk Vaksinasi Gotong Royong melalui Kadin, dan divalidasi oleh Kementerian Kesehatan. Hal ini akan dirinci lebih lanjut dalam sosialisasi Vaksinasi Gotong Royong Individu,” ujar Menteri BUMN Erick Thohir.

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini