Jenderal Top Amerika di Afghanistan Resmi Lepas Jabatan dari Militer, Kenapa?

Jenderal Top Amerika di Afghanistan Resmi Lepas Jabatan dari Militer, Kenapa? Kredit Foto: AP Photo

Komandan tertinggi Amerika Serikat (AS) di Afghanistan melepaskan posisinya pada sebuah upacara di ibu kota Kabul pada Senin (12/7/2021). Dia membawa AS selangkah lebih dekat untuk mengakhiri perang 20 tahun. Langkah itu dilakukan ketika gerilyawan Taliban terus menguasai wilayah di seluruh negeri.

Dilansir Associated Press, Selasa (13/7/2021), jenderal bintang empat lainnya akan mengambil alih wewenang dari posnya yang berbasis di AS. Tugasnya antara lain melakukan kemungkinan serangan udara untuk membela pasukan pemerintah Afghanistan, setidaknya sampai penarikan AS berakhir pada 31 Agustus.

Baca Juga: Gila Nih! Panglima Perang Veteran Afghanistan Ucap Sumpah Habisi Taliban

Jenderal Scott Miller menjabat sebagai komandan tertinggi AS di Afghanistan sejak 2018. Dia menyerahkan komando dari apa yang dikenal sebagai “perang selamanya” Amerika di hari-harinya yang memudar kepada Jenderal Marinir Frank McKenzie, kepala Komando Pusat AS. McKenzie akan beroperasi dari markas Komando Pusat di Tampa, Florida.

Selama serah terima, McKenzie memuji Miller karena membawa pulang pasukan AS dengan selamat dan memindahkan jutaan ton peralatan. Itu telah membuat marah beberapa pejabat keamanan Afghanistan yang mengeluh bahwa peralatan yang seharusnya ditinggalkan untuk pasukan keamanan Afghanistan telah diambil.

Penasihat Keamanan Nasional Afghanistan Hamdullah Mohib, yang menghadiri penyerahan tersebut, mengatakan penarikan AS dan NATO telah meninggalkan kekosongan yang mengakibatkan pasukan keamanan nasional Afghanistan terdampar di medan perang tanpa persediaan, terkadang kehabisan makanan dan amunisi.

Dalam komentar setelah upacara, Mohib mengatakan dampak terbesar dari penarikan itu adalah kurangnya pesawat untuk memasok pasukan. Saat ini, pemerintah sedang berkumpul kembali untuk merebut kembali daerah-daerah strategis dan mempertahankan kota-kotanya dari serangan Taliban.

Penyerahan itu terjadi di markas Dukungan Tegas yang dijaga ketat di jantung Kabul pada saat perolehan teritorial yang cepat oleh gerilyawan Taliban di Afghanistan.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini