Dengerin Baik-Baik Pernyataan Terbaru Wapres Maruf Amin, Ini Bukan Soal Halal dan Haram!

Dengerin Baik-Baik Pernyataan Terbaru Wapres Maruf Amin, Ini Bukan Soal Halal dan Haram! Kredit Foto: Instagram/kyai_marufamin

VIVA - Wakil Presiden, Maruf Amin, meminta kepada masyarakat untuk mematuhi aturan pemerintah terutama dalam pelaksanaan iabadah hari raya Idul Fitri 1442 Hijriah.

Saat ini, tugas para ulama saat ini adalah melindungi masyarakat dengan cara mengimbau agar terus mematuhi aturan pemerintah termasuk dalam menyongsong hari raya Idul Adha 1442 H yang masuk dalam periode Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

"Kita ajak masyarakat untuk mematuhi, mengikuti ajakan pemerintah, termasuk juga saya minta nanti sesuai dengan ketentuan. Jangan melakukan kerumunan termasuk salah satunya yaitu melakukan salat Idul Adha baik di masjid maupun di luar masjid, sampai keadaan nanti sudah memungkinkan lagi," kata Ma'ruf Amin di Jakarta, Selasa, 13 Juli 2021. Baca Juga: PPKM Darurat Jadi Berkah Buat Anies Baswedan, Mampu Dongkrak Popularitas Buat Modal Capres

Maruf juga mengajak para ulama untuk menjaga umat dari berita-berita bohong (hoaks). Menurutnya, di era post truth sekarang ini banyak masyarakat yang tidak bisa membedakan antara informasi yang benar dan yang tidak benar. Baca Juga: 'Sekalinya Ngomong Paling Soal Halal Haram', Ma'ruf Amin Diminta Mundur

"Termasuk informasi bahwasanya Covid-19 adalah konspirasi, padahal ini nyata. Oleh karena itu, saya menamakan era ini (sebagai) “istibah” yang artinya terserupakan, sehingga orang bisa keliru, bisa salah menerima kalau tidak teliti, tidak tabayyun," katanya.

Baca juga: DKI Zona Merah COVID-19, JK Imbau Warga Tak Ibadah Idul Adha di Masjid

Ia menegaskan bahwa bahaya Covid-19 di tanah air saat ini kian mengancam. Korban semakin banyak berjatuhan termasuk dari kalangan paramedis dan ulama.

"Tenaga kesehatan yang wafat karena Corona per 6 Juli 2021, telah mencapai 1.000 (orang) lebih, tenaga dokter sebanyak 405 orang, perawat sejumlah 399 orang, 166 bidan, 43 dokter gigi, 32 ahli tenaga laboratorium (ATLM), 9 apoteker, 6 petugas rekam radiologi," katanya.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di Viva Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Viva. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Viva.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini