Bos AirAsia Tony Fernandes Kumpulkan Rp3,4 Triliun untuk Pulihkan Maskapai yang Terdampak Pandemi

Bos AirAsia Tony Fernandes Kumpulkan Rp3,4 Triliun untuk Pulihkan Maskapai yang Terdampak Pandemi Kredit Foto: Antara/REUTERS/Lim Huey Teng/PRAS

Miliarder pemilik AirAsia Group, Tony Fernandes mengungkap bahwa pihaknya akan mengumpulkan dana hingga 1 miliar ringgit (Rp3,4 triliun) melalui penerbitan utang yang dapat dikonversi kepada pemegang saham lantaran maskapai murah bersiap untuk melanjutkan penerbangan pada akhir tahun dan membangun platform digitalnya.

Di bawah rencana penggalangan dana tersebut, perusahaan mengatakan pemegang saham yang ada dapat berlangganan sekuritas utang Islam tanpa jaminan (RCUIDS) yang dapat ditukar selama 7 tahun dengan nilai nominal masing-masing 0,75 ringgit berdasarkan dua RCUIDS untuk setiap enam saham AirAsia yang dimiliki. Instrumen utang datang dengan waran dilepas gratis.

“Penggalangan dana adalah komponen penting dari strategi pemulihan kami,” ujar CEO AirAsia Group, Fernandes dikutip dari Forbes di Jakarta, Selasa (13/7/21) dalam sebuah pernyataan.

Baca Juga: Lepas Gojek Thailand dan Jadi Pemegang Saham Super App AirAsia, Gojek Fokus ke Singapura dan Vietnam

Pria berusia 57 tahun ini menambahkan dana segar dari pemegang saham akan memberikan likuiditas yang cukup bagi maskapai untuk mengatasi dampak pandemi Covid-19 yang berkepanjangan. Negara-negara seperti Malaysia dan Australia terkunci karena pemerintah berusaha untuk mengekang penyebaran virus.

AirAsia berada di zona merah selama tujuh kuartal berturut-turut, membukukan kerugian bersih 767,4 juta ringgit (Rp2,6 triliun) pada kuartal pertama.

Terlepas dari kerugian yang semakin dalam, Fernandes optimis perjalanan udara global akan dilanjutkan secara bertahap mulai kuartal ini hingga kuartal pertama 2022.

“Ada cahaya di ujung terowongan panjang ini,” kata Fernandes tatkala melihat vaksin sedang diluncurkan secara agresif di pasar-pasar utama.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Selanjutnya
Halaman

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini