Bos AirAsia Tony Fernandes Kumpulkan Rp3,4 Triliun untuk Pulihkan Maskapai yang Terdampak Pandemi

Bos AirAsia Tony Fernandes Kumpulkan Rp3,4 Triliun untuk Pulihkan Maskapai yang Terdampak Pandemi Kredit Foto: Antara/REUTERS/Lim Huey Teng/PRAS

Sebelumnya, AirAsia mengatakan pada bulan Mei bahwa pihaknya berencana untuk mengumpulkan sebanyak 2,5 miliar ringgit melalui kombinasi utang dan penjualan saham. Ini menghasilkan 336 juta ringgit dari penempatan saham awal tahun ini.

Dana dari rights issue RCUID, yang diharapkan akan selesai pada kuartal keempat, akan digunakan untuk menyelesaikan lindung nilai bahan bakar, sewa pesawat serta mendanai inisiatif digital grup.

“Sementara maskapai akan terus mendukung semua operasi, selama 18 bulan terakhir, strategi transformasi digital kami telah mendapatkan momentum yang kuat dengan peningkatan yang signifikan di semua metrik utama untuk aplikasi super Airasia kami, usaha logistik dan e-commerce Teleport dan kami untuk BigPay, bisnis fintech,” kata Fernandes.

BigPay yang bertujuan untuk memperluas layanan di luar pengiriman uang internasional dan pembayaran digital, sedang mencari satu dari lima lisensi perbankan digital yang disediakan Malaysia.

Pekan lalu, maskapai setuju untuk mengambil alih operasi Gojek di Thailand dalam pertukaran saham yang akan memberi raksasa perjalanan Indonesia itu 4,76% saham di AirAsia Digital.

Fernandes kemudian mengatakan bahwa kesepakatan yang menghargai AirAsia Digital sebesar USD1 miliar (Rp14 triliun), akan "mengisi biaya turbo" ambisi maskapai untuk menjadi salah satu aplikasi super terkemuka di Asia Tenggara.

Tampilkan Semua
Halaman

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini