Perusahaan Milik Taipan Pieter Tanuri Panggil Semua Pemegang Saham, Ternyata Ini Tujuannya!

Perusahaan Milik Taipan Pieter Tanuri Panggil Semua Pemegang Saham, Ternyata Ini Tujuannya! Kredit Foto: Sufri Yuliardi

Perusahaan milik taipan Pieter Tanuri, PT Bali Bintang Sejahtera Tbk (BOLA), memanggil pemegang saham untuk agenda RUPST dan RUPSLB pada Rabu, 4 Agustus 2021 mendatang di Wisma Bali United, Jakarta. Ada sejumlah mata acara dalam rapat pemegang saham klub sepak bola Bali United ini.

Khusus untuk RUPST, ada lima mata acara rapat, yakni persetujuan laporan tahunan BOLA; penetapan penggunaan laba bersih; penetapan gaji dan honorarium dan remunerasi bagi direksi dan komisaris; Pemberian kuasa Dewan Komisaris dalam penunjukkan Akuntan Publik Independen; dan laporan pertanggungjawaban realiasi penggunaan dana hasil penawaran umum BOLA. Baca Juga: Nasib IHSG Sungguh Nahas, Longsor ke Zona Merah dan Koreksi 1% Lebih!

Sementara itu, agenda RUSPLB terdiri atas dua mata acara, yakni persetujuan perubahan tujuan penggunaan dana hasil penawaran umum serta persetujuan perubahan dan pernyataan kembali Anggaran Dasar BOLA. Hal itu guna menyesuaikan dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan. Baca Juga: Rupiah Hari Ini Rontok Berkeping-Keping Saat Fakta Covid-19 RI Bikin Merinding!

"Mata acara pertama merupakan persetujuan perubahan penggunaan dana sisa hasil penawaran umum untuk pembelian capital expenditure, penambahan modal kerja anak untuk pembayaran utang anak kepada induk dan investasi dalam pembelian atau akuisisi entitas berbasis teknologi, content, dan komunitas digital," jelas direksi pada Selasa, 13 Juli 2021.

Untuk diketahui, BOLA membukukan penurunan kinerja keuangan sepanjang tahun 2020. Laba bersih BOLA tercatat anjlok 26,13% dari Rp7,08 miliar per Desember 2019 menjadi Rp5,23 miliar per Desember 2020. Merujuk ke laporan keuangan perusahaan, penurunan laba tersebut sejalan dengan pendapatan BOLA yang terpangkas hingga 64,49% secara year on year (yoy) dari Rp215,21 miliar menjadi Rp76,42 miliar.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini