Cari Dana Buat Bayar Utang dan Kembangkan Bisnis Digital, Kimia Farma Putuskan untuk Tambah Modal

Cari Dana Buat Bayar Utang dan Kembangkan Bisnis Digital, Kimia Farma Putuskan untuk Tambah Modal Kredit Foto: Antara/Dhemas Reviyanto

PT Kimia Farma (KAEF) bakal menggelar aksi korporasi melalui penambahan modal dengan Hak Memesan Efek Tanpa Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue. Penambahan modal dengan HMETD itu diberikan kepada para pemegang saham mengambil bagian penerbitan surat utang wajib konversi atau Obligasi Wajib Konversi (OWK), kemudian dikonversi menjadi paling maksimal 2.779.397.000 saham seri B melalui mekanisme Penawaran Umum Terbatas I (PUT I).

Dalam prospektus yang diterbitkan perseroan, jumlah penerbitan OWK akan disesuaikan dengan keperluan dana Perseroan. Perubahan jumlah saham yang akan diterbitkan sebagai hasil konversi OWK, Perseroan akan mengumumkannya bersamaan dengan panggilan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yaitu pada 27 Juli 2021.

Manjemen menuliskan jika Perseroan dalam menghadapi kondisi pandemi akibat Covid-19 telah mengembangkan pemasaran di jalur digital, dan pada Agustus 2020, Perseroan meluncurkan aplikasi Kimia Farma Mobile yang memungkinkan pelanggan untuk dapat memperoleh layanan kesehatan hanya dengan menggunakan gawai (gadget).

Baca Juga: Jadi Ini Penyebab Utama Kimia Farma Tunda Pelaksanaan Vaksin Berbayar

Dimana, fokus utama Perseroan pada tahun 2021 menjadi momentum pertumbuhan Perseroan dengan tata Kelola yang baik yang didukung oleh 4 (empat) pilar portofolio Perseroan yaitu National Leader Manufacture, Excellent Distribution, Leading Pharmacy Retail dan Best Service Clinic & Clinical Laboratory.

Saat ini Perseroan memiliki beberapa pabrik yang memproduksi bahan baku obat, obat jadi, obat herbal, kina, yodium serta produk-produk turunannya, minyak nabati dan kosmetik. Segmen manafuktur dijalankan oleh entitas induk dan juga entitas anak dan didukung oleh Riset dan Pengembangan, Distribusi dan Perdagangan, Pemasaran, Ritel Farmasi, Laboratorium Klinik dan Klinik Kesehatan.

Baca Juga: Jadi Ini Penyebab Utama Kimia Farma Tunda Pelaksanaan Vaksin Berbayar

Secara umum, produk yang dihasilkan Perseroan terbagi dalam 6 lini produksi yaitu etikal, obat bebas, generik, narkotika, lisensi, dan bahan baku. Perseroan saat ini berupaya memperkuat sisi operasionalnya dengan melakukan transformasi digital agar proses dari hulu ke hilir, dari pabrik, distribusi, dan ritel farmasi akan terhubung semua dalam sistem Teknologi Informasi. Dengan digitalisasi farmasi, manajemen memperkirakan industri farmasi bisa menghemat biaya operasional.

Maka, sehubungan dengan hal tersebut Perseroan memerlukan pendanaan untuk pengembangan lebih lanjut dan oleh karenanya Perseroan berencana untuk melakukan penambahan modal dengan HMETD yang diberikan kepada para pemegang saham Perseroan untuk mengambil bagian dalam penerbitan OWK yang kemudian akan dikonversi menjadi saham Seri B. OWK akan ditawarkan melalui mekanisme Penawaran Umum Terbatas I dan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan POJK HMETD.

"Dana yang diperoleh dari hasil PUT I ini setelah dikurangi biaya-biaya seluruhnya akan digunakan untuk memenuhi pembayaran pinjaman Perseroan yang jatuh tempo dan modal kerja Perseroan serta pengembangan usaha dalam rangka transformasi digital dan sistem Teknologi Informasi," jelas Manjemen, dalam prospektus yang diterbitkan perseroan, di Jakarta, Selasa (13/7/2021). 

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini