Ancaman Rusia Ngeri Banget, Jika Amerika Bermanuver di Negara Bekas Uni Soviet Akan...

Ancaman Rusia Ngeri Banget, Jika Amerika Bermanuver di Negara Bekas Uni Soviet Akan... Kredit Foto: Reuters/Maxim Shemetov

Rusia telah memperingatkan Amerika Serikat (AS) agar tidak mengerahkan pasukannya di negara-negara bekas Uni Soviet di Asia Tengah, menyusul penarikan pasukan AS dari Afghanistan. Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov pada Selasa (13/7/2021) mengatakan bahwa Moskow menyampaikan pesan tersebut ke Washington selama pertemuan puncak Presiden Rusia Vladimir Putin dengan Presiden AS Joe Biden di Jenewa bulan lalu.

Peringatan itu datang ketika militer AS mengatakan pekan lalu bahwa 90% penarikan pasukan dan peralatan AS dari Afghanistan telah selesai. Biden mengatakan misi militer AS di Afghanistan akan berakhir pada 31 Agustus.

Baca Juga: Jenderal Top Amerika di Afghanistan Resmi Lepas Jabatan dari Militer, Kenapa?

“Saya akan menekankan bahwa penempatan kembali kehadiran militer permanen Amerika ke negara-negara tetangga Afghanistan tidak dapat diterima,” kata Ryabkov, dikutip dari Associated Press, Selasa (13/7/2021).

“Kami memberi tahu Amerika secara langsung dan lugas bahwa itu akan mengubah banyak hal tidak hanya dalam persepsi kami tentang apa yang terjadi di kawasan penting itu, tetapi juga dalam hubungan kami dengan Amerika Serikat,” tambahnya.

Dia menambahkan bahwa Rusia juga telah mengeluarkan peringatan kepada negara-negara Asia Tengah.

“Kami memperingatkan mereka terhadap langkah-langkah seperti itu, dan kami juga telah berbicara jujur ??tentang masalah ini dengan sekutu, tetangga, dan teman Asia Tengah kami dan juga negara-negara lain di kawasan yang akan terkena dampak langsung,” kata Ryabkov dalam sebuah wawancara yang diterbitkan di Majalah Mezhdunarodnaya Zhizn.

Sebelumnya pada Senin (12/7/2021), Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menekankan bahwa Kazakhstan, Kirgistan, dan Tajikistan adalah semua anggota Organisasi Perjanjian Keamanan Kolektif, dan setiap kehadiran pasukan asing di wilayah mereka harus didukung oleh pakta keamanan. Dia menambahkan bahwa tidak satu pun dari negara-negara itu yang mengangkat masalah ini.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Selanjutnya
Halaman

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini