Pemerintah Tingkatkan Penggunaan Teknologi Awasi Tambang Minerba

Pemerintah Tingkatkan Penggunaan Teknologi Awasi Tambang Minerba Kredit Foto: Rawpixel/Carol M Highsmith

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus memperkuat pengawasan terhadap usaha pertambangan mineral dan batu bara (minerba) di Indonesia.

Peningkatan pengawasan dilakukan dengan penggunaan kombinasi teknologi machine learning dan artificial intelligence dalam pengolahan citra dan geodatasets.

Baca Juga: PLN Apresiasi Ditjen Minerba dan 48 Pemasok Batu Bara Jaga Keandalan Listrik

"Kami akan terus melakukan pengawasan yang terpadu dengan menggunakan kombinasi media digital sehingga perbaikannya dapat dilakukan segera," kata Direktur Pembinaan Pengusahaan Batubara Sujatmiko di Jakarta pada akhir pekan lalu.

Optimalisasi teknologi ini, sambung Sujatmiko, diharapkan mampu memberikan manfaat yang lebih besar terhadap aktivitas pertambangan dan meningkatkan kontribusi minerba dalam memajukan perekonomian nasional.

Sebagai informasi, sumber daya dan cadangan batu bara yang saat ini berturut-turut mencapai 143,7 miliar ton dan 38,8 miliar ton. Cadangan ini dimanfaatkan pemerintah untuk menjawab isu-isu dalam energi, yaitu ketahanan energi, keterjangkauan energi, dan keberlanjutan energi.

"Walaupun banyak orang mengatakan batu bara ini sebagai sumber energi yang kotor, sesungguhnya batu bara ini bisa digunakan untuk sumber energi yang berkecukupan dan terjangkau untuk masyarakat dan peduli terhadap lingkungan," jelas Sujatmiko.

Besarnya kontribusi minerba dapat dilihat dari sumbangsih dalam Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) tahun 2020 sebesar Rp34,65 triliun dan Rp1,67 triliun untuk pengembangan dan pemberdayaan masyarakat (PPM). "Tentu ini bukan (jumlah) uang yang sedikit bagi perekonomian nasional," tegas dia.

Tercatat pada tahun lalu, produksi batu bara nasional mencapai total 564 juta ton dengan 138 juta ton digunakan untuk kebutuhan dalam negeri. "Bisa dibayangkan kalau tidak ada batu bara, (tarif) listrik kita tidak semurah saat ini," kata Sujatmiko.

Sebagai kepedulian atas isu lingkungan, pemerintah terus mendorong penerapan teknologi melalui clean coal technology. "Ini tentu memenuhi amanat sebagai sumber energi yang low carbon emission," pungkasnya.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini