Tentara Nasional Sudah Berjejer buat Tenangkan Situasi Afrika Selatan

Tentara Nasional Sudah Berjejer buat Tenangkan Situasi Afrika Selatan Kredit Foto: Foto/Istimewa

Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa telah mengerahkan militer negara itu untuk memulihkan ketenangan setelah berhari-hari protes keras dan penjarahan yang dipicu oleh pemenjaraan mantan pemimpin Jacob Zuma.

Ramaphosa berbicara kepada bangsa itu Senin (12/7/2021) malam, menyerukan ketenangan setelah setidaknya enam orang tewas dalam kekerasan dan ratusan ditangkap.

Baca Juga: Mengerikan, Kematian Akibat Kekerasan dan Penjarahan di Afrika Selatan Melonjak

Saat pengacara Zuma menuntut pengurangan hukuman pada Senin, protes dan penjarahan yang berpusat di dua provinsi meningkat.

"Kami tidak akan ragu untuk menangkap dan mengadili mereka yang melakukan tindakan ini dan memastikan mereka menghadapi kekuatan penuh hukum," kata Ramaphosa dalam pidato nasional, saat media lokal memutar gambar langsung mal yang dijarah di Durban.

"Aturan hukum inilah yang memungkinkan masyarakat kita berfungsi dan ekonomi kita berkembang demi kepentingan rakyat Afrika Selatan," tambahnya dikutip dari CNN, Selasa (13/7/2021).

Ramaphosa mengakui protes dan penjarahan mungkin dimulai dengan keluhan politik, tetapi unsur-unsur kriminal telah mengambil alih.

"Apa yang kita saksikan sekarang adalah tindakan kriminalitas oportunistik," katanya.

Ramaphosa juga memperingatkan bahwa protes dan penjarahan yang terus berlanjut dapat semakin merusak respons Covid-19 dan peluncuran vaksinasi negara itu. Beberapa situs vaksin harus berhenti memberikan suntikan Covid karena kekerasan, katanya.

"Kami akan segera menghadapi risiko besar kerawanan pangan dan kerawanan obat-obatan dalam beberapa minggu. Program vaksinasi kami telah sangat terganggu saat sedang mendapatkan momentum," katanya.

Selanjutnya
Halaman

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini