Bennett Tunjuk Agen Lama Mossad untuk Duduki Jabatan Kepala Dewan Keamanan Nasional

Bennett Tunjuk Agen Lama Mossad untuk Duduki Jabatan Kepala Dewan Keamanan Nasional Kredit Foto: AP Photo/Ronen Zvulun

Kantor Perdana Menteri Israel Naftali Bennett mengumumkan pada Minggu (12/7/2021) bahwa Eyal Hulata telah ditunjuk sebagai kepala baru Dewan Keamanan Nasional Israel.

Menurut biografi singkatnya yang disebutkan dalam pernyataan itu, Hulata yang berusia 45 tahun menghabiskan 23 tahun di organisasi intelijen Mossad Israel, termasuk bertugas di posisi tinggi. Selama pelayanannya, dia bertanggung jawab atas departemen perencanaan strategis badan spionase serta unit teknologinya.

Baca Juga: Bennett dan Netanyahu Sama Saja, Rakyat Gaza Masih Turun ke Jalan Gelar Protes

Hulata diberi Penghargaan Pertahanan Israel selama masa jabatannya di Mossad untuk upaya yang tidak terdefinisi dalam pernyataan publik.

“Mengingat pengalaman, kinerja, dan pemahamannya selama bertahun-tahun tentang tantangan strategis Israel di bidang keamanan dan diplomatik, Perdana Menteri Bennett memilih untuk menunjuknya,” kata pernyataan dari Bennett, dikutip dari Sputnik News, Rabu (14/7/2021).

Hulata, istrinya, dan ketiga anaknya tinggal di pusat kota Kfar Saba. Ia meraih gelar doktor dalam bidang fisika dari Universitas Tel Aviv, gelar master dalam manajemen publik dari Universitas Harvard, dan merupakan lulusan program Talpiot dari Pasukan Pertahanan Israel di Universitas Ibrani.

medium_2021-07-12-27869f8082.jpg

Kiri Meir Ben Shabbat, kanan Eyal Hulata

"Setelah persetujuan pemerintah atas penunjukan tersebut, Dr. Hulata akan menjabat dan mengadakan transisi yang tertib dengan Kepala Dewan Keamanan Nasional Meir Ben-Shabbat yang akan keluar," pernyataan itu menyimpulkan.

Sebelumnya, Bennett memuji Ben-Shabbat atas "bertahun-tahun berkontribusi pada keamanan Israel secara profesional dan sukses," menurut laporan Times of Israel.

Kepala Dewan Keamanan Nasional yang akan keluar ditunjuk oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu pada tahun 2017, dan dalam posisi ini, ia mengelola perjanjian normalisasi Israel dengan UEA, Bahrain, Maroko, dan Sudan. Dia juga secara signifikan terlibat dalam respons pandemi pemerintah serta mempelopori negosiasi dengan AS atas kesepakatan nuklir Iran.

Menurut laporan itu, Bennett sebelumnya telah mengkritik pendekatan NSC selama konflik Gaza 2014, mengklaim bahwa mereka gagal memenuhi tugasnya menyediakan kabinet dengan berbagai pilihan untuk dievaluasi.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini