Pengusiran terhadap Rakyat Palestina Berlanjut, Turki Kirimkan Tanda Bahaya ke Israel

Pengusiran terhadap Rakyat Palestina Berlanjut, Turki Kirimkan Tanda Bahaya ke Israel Kredit Foto: Instagram/Al Jazeera English

Kementerian Luar Negeri Turki pada Selasa mengecam Israel atas pengusiran 70 warga Palestina, termasuk 35 anak-anak, dari desa Humsa al-Fawqa di Tepi Barat.

Dalam sebuah pernyataan, kementerian menyebutnya sebagai tindakan keterlaluan dan pelanggaran hukum internasional. Menurut pernyataan itu, desa tersebut telah menjadi sasaran pembongkaran Israel beberapa kali sejak November 2020, dengan 421 bangunan dihancurkan di Tepi Barat pada 2021 saja, dan menggusur 592 warga Palestina.

Baca Juga: Erdogan Calling Presiden Baru Israel, Bicarakan Palestina hingga Terorisme

Kementerian mencatat bahwa tindakan Israel di lapangan adalah demonstrasi yang jelas tentang bagaimana mereka mengabaikan seruan internasional untuk menghentikan pembongkaran dan menggunakan tindakan sepihak untuk mengubah pendudukan menjadi aneksasi.

"Turki mengutuk tindakan Israel yang melanggar hukum dan tidak manusiawi," ujar kementerian.

Pemerintah Turki juga menegaskan kembali dukungan untuk proses peradilan yang bertujuan meminta pertanggungjawaban Israel atas kejahatan yang dilakukan di wilayah pendudukan.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini