Zionis Israel Halangi Akses Masuk Bantuan-bantuan Kemanusiaan untuk Palestina

Zionis Israel Halangi Akses Masuk Bantuan-bantuan Kemanusiaan untuk Palestina Kredit Foto: Instagram/Israel

Pasukan Israel mencegah akses truk bantuan yang mengangkut pasokan kemanusiaan dan makanan ke warga Palestina di Lembah Yordan yang diduduki utara.

Truk itu menuju ke penduduk Khirbet Humsah Al-Foqa, sebuah komunitas yang beberapa hari lalu dihancurkan oleh pasukan Israel, untuk ketujuh kalinya pada tahun ini.

Baca Juga: Pengusiran terhadap Rakyat Palestina Berlanjut, Turki Kiriman Tanda Bahaya ke Israel

Humsah Al-Foqa adalah salah satu dari 38 komunitas Badui dan penggembala yang terletak di daerah rentan, yang telah dinyatakan Israel sebagai zona tembak.

Kelompok penduduk itu memiliki sedikit akses ke layanan pendidikan dan kesehatan, listrik, sanitasi, dan air.

Menurut kantor berita Wafa, seorang pejabat yang bertanggung jawab untuk melacak aktivitas Israel di lembah Yordania, Mutaz Bsharat, mengatakan, pasukan pendudukan Israel mencegat truk di Humsah Al-Foqa.

Pasukan Israel memaksa truk tersebut untuk kembali ke tempat asalnya bersama dengan muatan yang dibawanya.

Pasukan pendudukan memiliki sejarah panjang memblokir akses obat-obatan dan sumber daya kemanusiaan ke Palestina.

Warga Palestina di Gaza yang membutuhkan perawatan medis dari rumah sakit di Yerusalem dan Tepi Barat, harus melalui proses panjang yang diberlakukan oleh Israel untuk mendapatkan izin perbatasan. Izin itu sering ditolak atau ditunda, hingga menimbulkan komplikasi kesehatan dan berujung pada kematian.

Pembatasan perjalanan dan pos pemeriksaan telah menghambat akses warga Palestina ke layanan kesehatan. Peningkatan kasus Covid-19 telah mendorong penguncian lokal yang lebih ketat oleh Israel.

Dengan demikian, warga Palestina harus menghadapi prosedur yang lebih keras untuk mendapatkan izin perjalanan. Kondisi tersebut membuat warga Palestina terpaksa meminta bantuan kelompok hak asasi manusia. 

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini