Demi Turunkan Jumlah Perokok Anak, Pemerintah Diminta Atur Struktur Tarif Cukai Tembakau

Demi Turunkan Jumlah Perokok Anak, Pemerintah Diminta Atur Struktur Tarif Cukai Tembakau Kredit Foto: Unsplash/Rae Tian

Ketua Lentera Anak Lisda Sundari ikut menyoroti beban kesehatan yang ditanggung pemerintah akibat pandemi Covid-19 yang mencapai hingga ratusan triliun rupiah dan melumpuhkan sistem kesehatan di Tanah Air.

Karena itu, ia meminta pemerintah untuk tidak melupakan upaya pengendalian konsumsi rokok yang telah menimbulkan beban kesehatan dan materi yang cukup besar.  Baca Juga: Terkait Kabar akan Diakuisisi Perusahaan Rokok Asal Jepang, Begini Jawaban Tegas Gudang Garam

Ia pun juga berharap kebijakan fikal dan kebijakan nonfiskal terhadap pengendalian konsumsi rokok khususnya pada anak dapat dilakukan secara maksimal. 

Salah satunya, melalui menyederhanakan struktur tarif cukai hasil tembakau demi penurunan prevalensi perokok anak. Baca Juga: Begini Perbedaan Reaksi Gusi Perokok, Vaper, dan Non-Perokok

Ia mengatakan, kerumitan struktur tarif CHT menyebabkan tingginya variasi harga rokok, mulai dari yang mahal hingga murah. Akibatnya, anak-anak dapat menjangkau harga rokok yang murah.

Dia mengatakan, banyaknya layer pada struktur CHT di Indonesia menyebabkan tidak efektifnya kebijakan kenaikan cukai.

“Banyak layernya, sehingga rokok-rokok banyak sekali. Saat cukai itu diterapkan ternyata kita lihat bahwa pada rokok-rokok tertentu harganya tidak naik secara rata-rata karena ternyata tidak semua rokok pada layer layer tertentu cukainya dinaikkan,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Rabu (14/7/2021).

Selanjutnya
Halaman

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini