PM Palestina Minta Rakyat Bangun Kepercayaan Diri Sebelum Dialog Damai dengan Israel

PM Palestina Minta Rakyat Bangun Kepercayaan Diri Sebelum Dialog Damai dengan Israel Kredit Foto: Anadolu Agency/Palestinian Prime Ministry

Perdana Menteri Palestina Mohammad Shtayyeh pada Selasa (13/7/2021) mengatakan kepada Wakil Asisten Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) untuk Urusan Israel dan Palestina Hady Amr bahwa peluncuran proses perdamaian dengan Israel harus didahului dengan langkah-langkah membangun kepercayaan.

Shtayyeh, yang bertemu dengan utusan AS di Ramallah, mengatakan bahwa Palestina ingin Israel mematuhi perjanjian yang ditandatangani antara kedua belah pihak.

Baca Juga: Zionis Israel Halangi Akses Masuk Bantuan-bantuan Kemanusiaan untuk Palestina

“Peluncuran proses politik yang serius harus didahului dengan langkah-langkah membangun kepercayaan, dan kami ingin pemerintah Israel yang baru mematuhi perjanjian yang ditandatangani, termasuk mengadakan pemilihan di Yerusalem,” kata Shtayyeh, dikutip laman Jerusalem Post, Rabu (14/7/2021).

Dia merujuk pada kontroversi seputar partisipasi warga Arab di Yerusalem dalam pemilihan parlemen dan presiden Palestina yang seharusnya berlangsung pada 22 Mei dan 31 Juli.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas, yang membatalkan pemilihan pada bulan April, menuduh Israel menolak permintaan Palestina untuk mengadakan pemilihan di Yerusalem.

Banyak orang Palestina, bagaimanapun, percaya bahwa Abbas menggunakan perselisihan atas Yerusalem sebagai alasan untuk menghindari mengadakan pemilihan karena ketakutannya bahwa faksi Fatahnya, yang terpecah menjadi tiga kelompok terpisah, akan kehilangan suara parlemen.

Menyelenggarakan pemilihan “sangat mendesak dan vital untuk melestarikan proyek nasional dan pendirian Palestina,” kata Shtayyeh.

Kepemimpinan Abbas akan menetapkan tanggal baru untuk pemilihan setelah Israel menyetujui permintaan untuk menahan mereka di Yerusalem, katanya.

“Masyarakat Palestina dicirikan dengan menjadi masyarakat yang pluralistik dan demokratis, dan kami akan mempertahankan keuntungan ini dan bekerja untuk memperbaiki kesalahan dan membawa hal-hal ke arah yang lebih baik,” tambah perdana menteri Palestina.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Selanjutnya
Halaman

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini