Langkah Taliban Rebut Perbatasan Afghanistan dan Pakistan Bikin Cemas

Langkah Taliban Rebut Perbatasan Afghanistan dan Pakistan Bikin Cemas Kredit Foto: Reuters

Pejuang Taliban mengatakan pada Rabu (14/7/2021) bahwa mereka telah menguasai salah satu perlintasan perbatasan utama Afghanistan dengan Pakistan. Ini adalah mungkin keuntungan paling strategis mereka sejauh ini dalam kemajuan pesat di seluruh negeri ketika pasukan AS ditarik.

Seorang pejabat Pakistan mengatakan para pejuang telah menurunkan bendera pemerintah Afghanistan di persimpangan Spin Boldak antara kota Chaman di Pakistan dan kota Wesh di Afghanistan.

Baca Juga: Waspada! Taliban Lempar Ancaman ke Rezim Erdogan: Kami Akan Jihad, Jika Afghanistan...

Perlintasan, di selatan kota Kandahar di selatan Afghanistan, adalah titik masuk tersibuk kedua di negara yang terkurung daratan itu dan penghubung utama antara pelabuhan barat daya dan Pakistan yang luas. Data pemerintah Afghanistan menunjukkan bahwa 900 truk sehari menggunakannya.

Pengambilalihan itu memaksa Pakistan untuk menutup sebagian perbatasannya dengan Afghanistan setelah pertempuran sengit antara pasukan Taliban dan Afghanistan di sekitar Wesh.

Para pejabat Afghanistan mengatakan pasukan pemerintah telah memukul mundur para pejuang Taliban dan mengendalikan penyeberangan Spin Boldak, juga di provinsi Kandahar, tetapi warga sipil dan pejabat Pakistan mengatakan Taliban menguasai pos-pos perbatasan Wesh.

"Wesh, yang memiliki kepentingan besar dalam perdagangan Afghanistan dengan Pakistan dan negara-negara lain, telah ditangkap oleh Taliban," kata seorang pejabat keamanan Pakistan yang ditempatkan di daerah perbatasan, dikutip laman The Guardian, Rabu (14/7/2021).

Para pejabat di Chaman mengatakan Taliban telah menangguhkan semua perjalanan melalui gerbang itu.

"Mujahidin telah merebut kota perbatasan penting yang disebut Wesh," kata juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid dalam sebuah pernyataan.

Taliban, yang telah berjuang untuk mengusir pasukan asing dan mengalahkan pemerintah dukungan AS di Kabul sejak mereka digulingkan pada 2001, dalam beberapa hari terakhir telah merebut penyeberangan perbatasan utama lainnya di provinsi Herat, Farah dan Kunduz di utara dan barat.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini