PAN Banyak Mau Minta Diistimewakan di Rumah Sakit, Tokoh-tokoh NU Bersuara Keras!

PAN Banyak Mau Minta Diistimewakan di Rumah Sakit, Tokoh-tokoh NU Bersuara Keras! Kredit Foto: Istimewa

Sejumlah pihak menentang sikap sejumlah politikus Partai Amanat Nasional (PAN) yang banyak mau dalam meminta fasilitas penanganan pasien COVID, khususnya bagi pejabat dan anggota DPR.

Menanggapi hal itu, intelektual NU sekaligus Profesor Ilmu Hukum National University of Singapore, Nadirsyah Hosen menilai hak khusus yang dilontarkan oleh PAN dinilai tak etis dan tak mencerminkan sikap untuk mengedepankan nasib rakyat.

"Saran aja nih untuk para pejabat (eksekutif & legislatif), di masa sulit ini, tahan diri untuk minta hak-hak khusus. Kedepankan nasib rakyat. Misalnya lebih baik gini: “Saya gak mau lagi mendengar ada rakyat yang gak bisa masuk ICU karena penuh”. Ini lebih baik rasanya," kata Gus Nadir, sapaan akrabnya di akun twitter pribadinya.

Sementara, tokoh NU lainnya, Gus Umar menyebut lebih baik PAN mendirikan rumah sakit pribadi ketimbang minta-minta hak keistimewaan kepada pemerintah.

"Anda tahu Gak ada kepala daerah yang mimpin daerahnya saja meninggal karena RS penuh. Terus anda mau minta keistimewaan karena anda anggota DPR? Ajak tuh teman-teman anda buat RS sendiri pakai dana pribadi sendiri," terangnya.

Sebelumnya, Ketua DPP PAN Saleh Partaonan Daulay mengaku kehilangan atas meninggalnya Anggota DPR RI Fraksi PAN John Siffy Mirin karena terpapar COVID-19.

"Saya tidak mau lagi misal mendengar ada anggota DPR yang tidak dapat tempat ICU, seperti yang dialami anggota Fraksi PAN saudaraku John Siffy Mirin, anggota DPR dari Papua Fraksi Partai Amanat Nasional tidak dapat ICU, ya," kata Saleh dalam rapat Komisi IX DPR, Selasa (13/7).

Rapat tersebut dihadiri secara virtual oleh Menkes Budi Gunadi Sadikin. Jauh sebelumnya, Wasekjen DPP PAN Rosaline Rumaseuw juga meminta rumah sakit khusus untuk pejabat.

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini