SiCepat Ekspres Berikan Beasiswa untuk Putri Alm Markis Kido

SiCepat Ekspres Berikan Beasiswa untuk Putri Alm Markis Kido Kredit Foto: WE

Kabar duka berpulangnya legenda bulu tangkis, Markis Kido mengguncang dunia olahraga Indonesia. Atlet bulu tangkis yang dikenal lincah dan gesit ini telah meraih berbagai prestasi membanggakan serta mengharumkan nama bangsa di kancah Internasional.   

Sebagai bentuk belasungkawa atas kepergian sang legenda bulu tangkis, SiCepat Ekspres melalui program CSR SiCepat Peduli memberikan santunan dan beasiswa senilai Rp 150.000.000 kepada keluarga Almarhum Markis Kido. Santunan ini diterima secara langsung oleh Richa Sari, istri Alm. Markis Kido di kediamannya di kawasan Jakarta Barat.  

Melalui program beasiswa ini, SiCepat membantu biaya pendidikan kedua putri Alm. Markis Kido hingga menamatkan pendidikan di Sekolah Dasar. Saat ini, kedua putri Alm. Markis Kido masih duduk di bangku TK dan SD.  

The Kim Hai, CEO SiCepat Ekspres menyampaikan, “Kami turut berduka cita atas kepergian salah satu atlet terbaik bangsa Indonesia. Prestasi dan jasa beliau akan selalu dikenang oleh masyarakat Indonesia. Melalui santunan dan beasiswa ini, kami harap keluarga bisa menghadapi semuanya dengan ketabahan, serta kedua putri beliau dapat bersemangat untuk terus belajar, meraih prestasi, dan menggapai cita-citanya seperti apa yang dilakukan sang legenda, Markis Kido."

“Terima kasih SiCepat Ekspres yang sudah sangat peduli pada keluarga kami serta anakanak kami. Bantuan yang diberikan ini sangat berarti, terlebih bagi anak-anak supaya semangat belajar dan bisa meneruskan prestasi ayahnya, Alm. Markis Kido yang mendapat banyak cinta dari masyarakat Indonesia,” ujar Richa Sari. 

Sebagai informasi, Program SiCepat Peduli sejak 2020 telah melakukan berbagai kegiatan CSR yang fokus pada sektor sosial, pendidikan, kesehatan, penanggulangan bencana dan pandemi Covid-19. Melalui program ini, SiCepat Ekspres berharap dapat memberikan kontribusi yang nyata dan manfaat bagi masyarakat. 

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini