Gaet Visa, MNC Bank Lahirkan MotionVisa Kartu Kredit Virtual Pertama di Indonesia

Gaet Visa, MNC Bank Lahirkan MotionVisa Kartu Kredit Virtual Pertama di Indonesia Kredit Foto: Ist

PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP), melalui anak perusahaannya yakni MNC Bank atau PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP) yang mengoperasikan aplikasi digital banking bernama MotionBanking, mengumumkan kemitraannya dengan Visa Indonesia melalui penandatanganan Nota Kesepahaman secara online. MOU ini menjadi fondasi bagi kedua belah pihak untuk penerbitan kartu kredit virtual yang rencananya akan dinamakan MotionVisa.

MotionVisa merupakan kartu kredit virtual pertama di Indonesia dengan credit scoring berbasis Artificial Intelligence canggih. MotionVisa terkoneksi langsung dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil), sehingga menghasilkan persetujuan instan dan keputusan kredit yang jauh lebih cepat.

Kartu kredit virtual adalah alat pembayaran untuk berbagai transaksi online, termasuk e-commerce, pengiriman makanan, dan pengiriman bahan makanan/groceries. Kartu kredit virtual memiliki informasi yang sama seperti kartu kredit fisik, termasuk 16 digit nomor kartu, tanggal kadaluwarsa, nama pemilik, juga kode Card Verification Value (CVV) sebagai 3 digit angka tanda otoritasi pembayaran.

Baca Juga: Canggih! Fitur Biometric MotionBanking Milik MNC Bank Amankan Data Nasabah & Permudah Transaksi

MotionVisa ini akan dilekatkan pada aplikasi MotionBanking, layanan perbankan digital dari BABP melalui fitur “apply credit card". Fitur ini menghadirkan proses pengajuan kartu kredit yang jauh lebih cepat dibanding cara konvensional, di mana hal ini menjadi yang pertama di Indonesia, sebagai wujud komitmen MotionBanking dalam mengutamakan kemudahan dan kenyamanan bagi para penggunanya.

Langsung setelah disetujui, nasabah dapat menggunakan MotionVisa tersebut untuk berbagai transaksi online. Pemegang juga diberi kebebasan untuk mengajukan kartunya dalam bentuk fisik melalui aplikasi MotionBanking.

Seperti diketahui bahwa pandemi COVID-19 turut mempengaruhi pola perilaku masyarakat. Sejalan dengan kebijakan pemerintah Indonesia untuk menjalankan seluruh aktivitas di rumah, kebutuhan belanja juga perlu dilakukan dari rumah secara daring. Selain dapat menghindari kerumunan, berbelanja online

dapat meminimalkan transaksi secara tunai sehingga lebih praktis, aman, dan nyaman. Berdasarkan survei Sosial Demografi Dampak COVID-19 dari Badan Pusat Statistik (BPS), 9 dari 10 responden berbelanja online.

Teddy Tee, COO MotionBanking mengatakan MNC Bank akan terus memperluas kemitraan untuk memperkaya MotionBanking dengan berbagai fitur andalan yang semakin lengkap, seperti yang dilakukan saat ini, kolaborasi bersama Visa Indonesia untuk mengembangkan kartu kredit virtual MotionVisa.

Baca Juga: MNC Bank dan Atome Financial Jalin Kerja Sama Strategis untuk Personalisasi Layanan Keuangan Digital

“Kami yakin MotionVisa akan memberi warna baru dalam euforia transaksi online yang semakin pesat di Indonesia. Pengajuan kartu kredit virtual secara seamless di MotionBanking dengan persetujuan instan adalah yang pertama di Indonesia dan tentunya tidak akan menjadi satu-satunya pendekatan kreatif kami. Kita juga sedang mengembangkan kerjasama-kerjasama untuk memperluas ekosistem dengan pihak ketiga,” katanya di Jakarta, Kamis (15/7/2021).

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Direktur Visa Indonesia, Riko Abdurrahman, menyatakan bahwa hal inisangat relevan dengan Studi Visa Consumer Payment Attitude terbaru kami, yang menunjukkan bahwa 68% responden di Indonesia menyatakan telah mencoba berkegiatan tanpa uang tunai, dan 53% di antara mereka beralasan membawa lebih sedikit uang tunai di masa kini karena mereka lebih sering menggunakan kartu

“Selamat kepada MNC Bank atas diluncurkannya aplikasi MotionBanking. Kami merasa senang dapat menjajaki kolaborasi mengembangkan kartu kredit virtual, dan bersama-sama menelaah ragam potensi kerja sama apa saja di bidang pembayaran digital yang dapat Visa lakukan dengan MNC Bank,” ucapnya.

Kartu Visa saat ini diterima di lebih dari 200 negara, 70 juta lokasi merchant, dalam 160 mata uang dunia.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini