Menlu Retno Apresiasi Perubahan Sikap Amerika Setelah Donald Trump Lengser

Menlu Retno Apresiasi Perubahan Sikap Amerika Setelah Donald Trump Lengser Kredit Foto: Twitter/@Menlu_RI

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menyambut baik kembalinya Amerika Serikat (AS) kepada multilateralisme, perubahan yang terjadi setelah Donald Trump hengkang dari Gedung Putih dan digantikan Joe Biden. Dia pun mendorong Amerika Serikat untuk terus menjalankan peran positif yang lebih besar di kawasan.

“Kepemimpinan AS dalam kerja sama internasional dan multilateralisme akan berkontribusi membuat dunia tempat yang lebih baik bagi semua. Kerja sama harus diutamakan,” kata Menlu Retno dalam Pertemuan Khusus Menteri Luar Negeri Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN)-AS yang dilangsungkan secara virtual pada Rabu (14/7/2021).

Baca Juga: Ramai-ramai Jepang Mau Evakuasi Warganya, Kemlu: Gak Ada Realisasi...

Dalam sambutannya, seperti disampaikan melalui keterangan tertulis Kemlu RI, Retno menegaskan bahwa hubungan baik antara AS dan ASEAN akan bermanfaat bagi kedua pihak.

Peran positif AS akan berkontribusi menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan. Ia menyampaikan apresiasi atas kepemimpinan AS dalam menangani pandemi global, khususnya komitmen untuk berbagi 500 juta dosis vaksin kepada negara-negara lain untuk mengatasi kesenjangan akses vaksin. Dukungan AS terhadap penghapusan paten vaksin (TRIPS waiver) di Organisasi Perdagangan Dunia juga diapresiasi.

Selanjutnya, Menlu RI mendorong AS berperan bersama ASEAN untuk memastikan kawasan Indo-Pasifik yang aman, stabil, sejahtera, dan damai. Untuk itu, kebiasaan dialog harus diutamakan daripada konflik, kepercayaan strategis daripada defisit kepercayaan, dan kolaborasi daripada kompetisi.

“Prinsip-prinsip ini tertuang dalam ASEAN Outlook on the Indo-Pacific dan harus menjadi pedoman dalam kemitraan ASEAN-AS ke depan,” kata Retno. Menlu Retno juga menekankan perlunya memperkuat kerja sama dalam melestarikan perdamaian dan stabilitas kawasan.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di JPNN Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan JPNN. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab JPNN.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini