Mau Private Placement, Matahari Milik Lippo Group Bakal Dapat Duit Ratusan Miliar Rupiah!

Mau Private Placement, Matahari Milik Lippo Group Bakal Dapat Duit Ratusan Miliar Rupiah! Kredit Foto: Antara/M Risyal Hidayat

PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) berpeluang mengantongi dana segar hingga lebih dari Rp600 miliar melalui aksi korporasi penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement.

Manajemen Matahari mengatakan, private placement akan dilakukan dengan menerbitkan sebanyak-banyaknya 752.914.792 lembar saham baru. Jumlah tersebut mewakili 10% dari jumlah saham ditempatkan dan disetor dalam emiten ritel milik Lippo Group ini. Jumlah final serta harga pelaksanaan private placement belum ditetapkan dan akan diumumkan kemudian.  Baca Juga: Rupiah Hari Ini Bikin Dolar AS Meringis Meski Situasi Sedang Kritis! Ternyata Gara-Gara Ini

"Bila diasumsikan, harga pelaksanaan Penambahan Modal sesuai dengan penghitungan yang dilakukan pada tanggal 9 Juni 2021, yaitu sekurang-kurangnya sebesar Rp891 per saham," ungkap dokumen yang diterbitkan manajemen, Kamis, 15 Juli 2021. Baca Juga: Covid-19 RI Menggila dan Jadi Nomor Satu di Dunia, Begini Nasib Harga Emas Hari Ini

Jika mengacu pada asumsi tersebut, setidaknya Matahari akan mengantongi dana senilai Rp670,85 miliar. Manajemen Matahari juga belum mengungkapkan siapa investor yang akan menyerap saham baru yang diterbitkan oleh perusahaan. Namun yang pasti, transaksi ini tidak akan mengubah investor pengendali dalam Matahari saat ini, yaitu PT Multipolar Tbk (MLPL). Adapun tujuan dilakukannya private placement adalah memperkuat struktur permodalan perusahaan.

"Matahari merasa perlu untuk memperkuat struktur permodalan Matahari dalam rangka menjaga posisi keuangan Perseroan yang baik sehingga melalui pelaksanaan Penambahan Modal ini, Matahari dapat menjalankan kegiatan usaha yang sehat dan meningkatkan kinerja secara berkelanjutan serta mengantisipasi berbagai peluang pasar ke depan," sambungnya.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini