Kencangkan Inovasi untuk Genjot Kinerja, Molindo Targetkan Pabrik Etanol Kedua Selesai Tahun Depan

Kencangkan Inovasi untuk Genjot Kinerja, Molindo Targetkan Pabrik Etanol Kedua Selesai Tahun Depan Kredit Foto: Ist

PT Madusari Murni Indah Tbk (MOLI) atau Molindo terus berupaya untuk melakukan inopvassi dalam bisnisnya. Kali ini, perseroan berinovasi melalui pembangunan pabrik etanol. Pabrik ini merupakan pabrik kedua yang dibangun perseroan.

Direktur Utama PT Madusari Murni Indah Tbk, Adikin Basirun mengatakann bahwa penambahan pabrik ini merupakan langkah perseroan untuk berinovasi menciptakan bahan baku alternatif, sehingga ketergantungan terhadap pembelian bahan baku bisa dikurangi.Pasalnya, bahan baku etanol dalam negeri melimpah, namun sayangnya lebih mahal dibandingkan dari Pakistan. Hal tersebut dipengaruhi ekosistem dan letak geografis yang berbeda.

”Kami akan lakukan penambahan volume yang akan menurunkan variable cost sehingga dengan ini kami mampu bersaing secara regional,” katanya, dalam paparan publik di Jakarta, Kamis (15/7/2021).

Baca Juga: Sektor Industri Dominasi Ekspor Indonesia di Bulan Mei

Ia pun menargetkan pabrik etanol kedua tersebut akan mulia beroperasi pada awal semester II-2022. Tambahan produksi tersebut diharapkan berimbas terhadap peningkatan kapasitas dan volume produksi perseroan ke depan.

”Kami sudah melakukan konstruksi pembangunan pabrik etanol kedua dan diharapkan awal semester II-2022 siap beroperasi. Produksi pabrik dengan kapasitas terpasang 50 juta liter tersebut difokuskan untuk pasar ekspor,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Pemasaran PT Madusari Murni Indah Tbk, Donny Winarno membeberkan apabila permintaan ekspor hand sanitizer terus meningkat di masa pandemi ini. Saat ini Thailand, Vietnam, Taiwan, dan Jepang juga sudah mulai membuka pasarnya untuk etanol Indonesia.

Baca Juga: Hingga Maret, SCNP Berhasil Ekspor 40 Ribu Unit Vacuum Cleaner ke Amerika Serikat

Maka dari itu, perseroan memprediksi jika konntribusi peenjualan akan semakin meningkat. Saat ini sendiri, ekspor berkontribusi 40% terhadap pendapatan perseroan.

”Kami akan mempertahankan komitmen pada strategi kami untuk menargetkan segmen pasar dengan pertumbuhan tinggi, mempertahankan pangsa pasar lokal dan ekspor, memperluas pasar pada industri yang menggunakan etanol sebagai bahan baku maupun bahan penolong di dalam dan luar negeri, serta menambah jaringan distribusi di Asia pada umumnya dan ASEAN khususnya,” ujar dia.

Adapun, menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 250 miliar pada tahun ini. Dana tersebut akan digunakan perseroan sebesar Rp 181 miliar untuk pembangunan proyek multi-feedstock. Kemudian sisanya atau Rp 69 miliar untuk revitalisasi guna meningkatkan efisiensi bahan baku dan belanja modal lainnya.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini