Utusan Rusia Berharap Taliban Tak Mengancam Asia Tengah atau Akan...

Utusan Rusia Berharap Taliban Tak Mengancam Asia Tengah atau Akan... Kredit Foto: AP Photo/Alexander Zemlanichenko

Moskow mengharapkan Taliban untuk memenuhi janjinya untuk tidak mengancam Rusia atau sekutunya di Asia Tengah. Utusan Kremlin untuk Afghanistan mengatakan dalam sebuah wawancara yang diterbitkan pada Rabu (14/7/2021).

Zamir Kabulov, yang bertemu dengan delegasi Taliban yang mengunjungi Moskow pekan lalu, menyuarakan keyakinan bahwa Taliban akan fokus mengamankan keuntungan mereka di Afghanistan dan tidak akan mencoba menantang negara-negara di kawasan itu.

Baca Juga: Taliban Menguat, Biden Siapkan Evakuasi Warga Afghanistan yang Bantu Militer Amerika

“Mereka mengunjungi Moskow untuk menawarkan jaminan atas nama pemimpin tertinggi Taliban bahwa wilayah Afghanistan tidak akan digunakan untuk kepentingan negara ketiga,” kata Kabulov dalam sebuah wawancara dengan kantor berita negara RIA-Novosti.

Dia mengatakan dia sebelumnya menerima jaminan serupa dari Mullah Abdul Ghani Baradar, salah satu pendiri Taliban.

Fokus Taliban dalam memerangi kelompok Negara Islam juga bekerja untuk kepentingan Rusia, kata Kabulov.

“Taliban memerangi ISIS, dan keuntungan Taliban mengikis fondasi untuk setiap serangan dan pengalihan ISIS di Asia Tengah,” kata diplomat itu.

Taliban mengklaim pekan lalu bahwa mereka sekarang menguasai 85% wilayah Afghanistan setelah memperoleh keuntungan cepat di tengah penarikan pasukan Amerika yang akan berakhir pada 31 Agustus. Awal bulan ini, kemajuan Taliban memaksa ratusan tentara Afghanistan melarikan diri melintasi perbatasan. perbatasan ke Tajikistan.

Kabulov mengatakan pasukan Afghanistan yang mundur menembaki para pejuang Taliban setelah menyeberang ke Tajikistan, tetapi Taliban tidak membalas tembakan.

Dia juga mengatakan dia tidak mengharapkan Taliban untuk mengambil alih seluruh Afghanistan.

"Mereka mungkin menguasai beberapa provinsi... tapi itu tidak akan membiarkan mereka menjadi penguasa Afghanistan yang mahakuasa," kata Kabulov.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Selanjutnya
Halaman

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini