Sumatranomics, Wadah dalam Mendukung Pemulihan Ekonomi di Sumut

Sumatranomics, Wadah dalam Mendukung Pemulihan Ekonomi di Sumut Kredit Foto: Khairunnisak Lubis

Dalam mendukung pemulihan ekonomi nasional khususnya dikawasan Sumatera, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Utara turut mendukung peran serta masyarakat luas untuk berkontribusi memberikan sumbangan pemikiran dan rekomendasi pemulihan ekonomi suatu wadah yaitu Sumatranomics call for paper. 

Baca Juga: PAYFAZZ Dapatkan Lisensi Uang Elektronik dari Bank Indonesia Guna Luncurkan Layanan E-Money

Kepala KPw BI Provinsi Sumatera Utara, Soekowardojo mengatakan pada Sumatranomics tahun kedua ini, terdapat dua jenis kategori paper yang dilombakan yakni General Paper dan Regional Economic Modelling Paper.

"Adapun subtema dari dua jenis kategori paper tersebut dapat diketahui lebih detail melalui website kami yaitu www.sumatranomics.com. Dan perlu kami sampaikan bahwa, penyampaian paper akan ditutup pada tanggal 31 Agustus

2021 dan akan di umumkan hasilnya pada acara puncak di akhir Oktober 2021," ujarnya dalam webinar Nasional Sumatranomics2021, Kamis (15/7/2021).

Baca Juga: Jadi Bank Penerima Setoran, BSI Pede jadi Pilihan Utama Calon Jemaah Haji

Harapan dari kegiatan ini adalah masukan dan rekomendasi dari peserta yang mengikuti Sumatranomics Call for Paper, menjadi rekomendasi strategis yang berkontribusi pada pemulihan ekonomi di kawasan Sumatera.

"Selain itu, saya juga berharap agar kasus Covid-19 yang masih menjadi tantangan utama harus diwaspadai. Situasi terkini turut mengindikasikan Sumatera Utara berada pada transmisi komunitas tingkat 3 dengan kapasitas respon pada level terbatas," ujarnya.

Dikatakannya, tantangan lain yakni terkait pembangunan kualitas sumber daya manusia di Sumut yang masih lebih rendah dibandingkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia, sehingga perlu ditingkatkan.

"Dalam kondisi seperti ini, penting bagi kita semua untuk memahami bahwa kunci keberhasilan pemulihan ekonomi adalah dengan terus meningkatkan sinergi berbagai stakeholder baik dengan lembaga Pemerintah Pusat, antar Pemerintah Daerah, maupun berbagai elemen masyarakat," pungkasnya.  

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini