Perdana Menteri Lebanon Saad Hariri Pamit Undur Diri Setelah Berbulan-bulan...

Perdana Menteri Lebanon Saad Hariri Pamit Undur Diri Setelah Berbulan-bulan... Kredit Foto: Foto/Reuters

Perdana Menteri Lebanon Saad Hariri mengundurkan diri pada Kamis (15/7/2021). Dia mengatakan alasan “perbedaan utama” dengan presiden setelah sembilan bulan perselisihan politik yang gagal membentuk pemerintahan untuk negara yang dilanda krisis.

Perkembangan tersebut kemungkinan akan menjerumuskan Lebanon lebih jauh ke dalam kekacauan dan ketidakpastian di tengah keruntuhan ekonomi yang belum pernah terjadi sebelumnya – dan juga meredupkan prospek paket pemulihan dari Dana Moneter Internasional (IMF).

Baca Juga: Menhan Israel Tawarkan Lebanon Bantuan Ekonomi: Sebagai Orang Yahudi, Hati Saya Sakit Melihat...

“Jelas bahwa kami tidak akan bisa setuju dengan presiden. Saya minta diri untuk tidak membentuk pemerintahan. Semoga Tuhan membantu negara ini,” kata Hariri setelah pertemuan 20 menit dengan Presiden Michel Aoun, dikutip laman Associated Press, Jumat (16/7/2021).

Setelah berita itu tersiar, pengunjuk rasa yang sebagian besar pendukung Hariri, memblokir jalan dan membakar ban di beberapa bagian Beirut, mengecam krisis yang semakin dalam. Pasukan dikerahkan untuk membubarkan protes di tepi Beirut, menembak ke udara dan menggunakan kendaraan lapis baja untuk membuka jalan. Para pengunjuk rasa melempari tentara dengan batu.

Dalam upaya terakhir untuk mengakhiri kebuntuan, Hariri telah mengusulkan 24 anggota Kabinet kepada Aoun pada Rabu, dan mengatakan dia mengharapkan tanggapan dari presiden pada Kamis.

Setelah Hariri mengundurkan diri, Aoun mengatakan bahwa penunjukan perdana menteri telah menolak gagasan untuk mengubah nama apa pun dalam daftar yang diusulkan, menunjukkan bahwa dia sudah berencana untuk mundur dan “mencari alasan untuk membenarkan keputusannya.”

Tidak jelas siapa yang bisa menggantikan Hariri, salah satu pemimpin Muslim Sunni paling kuat di Lebanon. Menurut sistem politik berbasis sektarian Lebanon, perdana menteri dipilih dari kalangan Sunni.

Sebab, Hariri belum secara terbuka mendukung penggantinya, dan tanpa dukungannya, prospek pembentukan pemerintahan akan semakin jauh. Aoun mengatakan dia akan segera menetapkan tanggal untuk konsultasi dengan blok parlemen tentang penunjukan perdana menteri baru.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Selanjutnya
Halaman

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini