Terkaget-kaget sampai Bingung, Bill Gates Takjub dengan Kesuksesan iTunes Milik Apple

Terkaget-kaget sampai Bingung, Bill Gates Takjub dengan Kesuksesan iTunes Milik Apple Kredit Foto: Business Insider

Salah satu produk Apple besutan Steve Jobs yang paling sukses ialah iTunes. Meski hari ini iTunes mulai terpinggirkan karena adanya Apple Music, namun dahulu Bill Gates sempat kaget akan kesuksesan Apple meluncurkan iTunes.

Dalam email yang viral di Twitter dan dibagikan @TechEmails, reaksi Gates dibagikan kepada para eksekutif Microsoft lainnya. Pada 30 April 2003, Gates mengaku kagum pada Steve Jobs karena berhasil merekrut orang-orang yang bisa membuat interface kece pada iTunes.

Dilansir dari Apple Insider di Jakarta, Jumat (16/7/21) Gates mengaku kaget dan ingin tahu bagaimana cara Jobs meyakinkan para pemilik label rekaman untuk bergabung dengan iTunes dan menjual lagu secara online. Pasalnya, menjual lagu secara online cukup kontroversial pada zamannya.

Baca Juga: Mantan Istri Bill Gates Guyur Dana Rp826 Miliar untuk Startup yang Dipimpin Wanita

"Kali ini entah bagaimana ia telah menerapkan bakatnya dalam mendapatkan kesepakatan lisensi yang lebih baik dari yang didapatkan oleh orang lain untuk musik. Ini sangat aneh bagiku," tulis Gates dalam email.

"Operasi perusahaan musik menawarkan layanan yang benar-benar tidak ramah kepada pengguna dan telah dipandang seperti itu secara konsisten. Entah bagaimana mereka memutuskan untuk memberi Apple kemampuan untuk melakukan sesuatu yang cukup bagus," tulisnya lagi.

Melalui email itu, Gates juga menyiratkan bahwa Microsoft sedang mengembangkan layanan musik online. Sayangnya, Jobs sudah membuat lebih dahulu dengan meluncurkan iTunes.

Dalam email terungkap bahwa Microsoft sempat ingin membuat konsep layanan streaming musik berlangganan. Tapi saat itu, Gates kurang yakin terkait masalah lisensi pengguna.

Atas kesuksesan iTunes, Gates meminta para eksekutif di Microsoft untuk mengebut layanan musik untuk menyaingi iTunes Store milik Apple. Akhirnya, pada tahun 2004, Microsoft meluncurkan MSN Music. Namun, layanan tersebut ditutup pada tahun 2008 dan digantikan oleh Zune Marketplace yang menyediakan konten musik.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini