Pedas Harga Cabai Picu Inflasi Bulan Juli

Pedas Harga Cabai Picu Inflasi Bulan Juli Kredit Foto: Antara/Asep Fathulrahman

Deflasi yang terjadi pada Juni lalu tampaknya tak berlanjut. Bank Indonesia (BI) memperkirakan ada kenaikan harga alias inflasi pada Juli 2021.

Berdasarkan Survei Pemantauan Harga pada minggu ketiga Juli 2021, BI memproyeksikan inflasi 0,01%. Dengan perkembangan ini, inflasi tahun kalender Januari-Juli tahun ini atau year to date (ytd) sebesar 0,75% dan secara tahunan alias year on year (yoy) sebesar 1,45%.

Baca Juga: BI Proyeksikan Inflasi 0,02% di Pekan Kedua Juli 2021

Direktur Eksekutif, Kepala Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono, mengatakan bahwa penyumbang utama inflasi Juli 2021 adalah harga cabai rawit yang naik 0,03% dibandingkan dengan Juni atau month to month (mom), serta tomat, kangkung, bawang merah, bayam, kacang panjang, dan rokok kretek filter masing-masing sebesar 0,01% mom.

Namun, beberapa komoditas tercatat mengalami deflasi seperti daging ayam ras turun 0,08% mom, telur ayam ras turun 0,03% mom, emas perhiasan turun 0,02% mom, jeruk turun 0,02% mom, cabai merah dan kentang masing-masing turun 0,01% mom.

"BI akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran Covid-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu," kata Erwin di Jakarta, Jumat (16/7/2021).

Selain itu, BI akan memperkuat langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini