Gojek Kenalkan Inisiatif Baru Dukung Nakes saat PPKM Darurat

Gojek Kenalkan Inisiatif Baru Dukung Nakes saat PPKM Darurat Kredit Foto: Tanayastri Dini Isna

Gojek mendistribusikan sebanyak 50.000 Paket Voucher kepada 11 rumah sakit pemerintah di DKI Jakarta. Didedikasikan untuk para Tenaga Kesehatan (Nakes) dalam rangka memberi semangat para garda terdepan penanganan Covid-19 tersebut dan sekaligus menekankan pentingnya kolaborasi menghadapi pandemi.

CEO Gojek Kevin Aluwi mengatakan pihaknya percaya bahwa penanganan COVID-19 membutuhkan kolaborasi seluruh pihak. Sejalan dengan itu, sebagai bagian dari upaya mendukung tenaga kesehatan yang merupakan garda terdepan di tengah pandemi ini, Gojek kembali mendistribusikan paket voucher diskon #SEMANGATNAKES bagi 50.000 tenaga kesehatan di DKI Jakarta dan akan diperluas ke Bandung, Jogjakarta, Semarang dan Surabaya sebagai kota-kota dengan tingkat paparan COVID-19 harian tertinggi.

“Semangat gotong royong yang dimiliki bangsa Indonesia merupakan salah satu kunci keberhasilan untuk sama-sama memerangi pandemi COVID-19. Voucher ini tidak sebanding dengan dedikasi para Nakes namun kami berharap dapat memberi semangat melalui layanan yang kami miliki. Kalian tidak sendirian, Gojek siap menemani,” ungkapnya dalam keterangan resmi Gojek.

Baca Juga: Lepas Gojek Thailand dan Jadi Pemegang Saham Super App AirAsia, Gojek Fokus ke Singapura dan Vietnam

Paket voucher diskon ini dapat digunakan para Nakes untuk memesan ragam layanan Gojek seperti layanan transportasi (GoRide dan GoCar), layanan pesan-antar makanan (GoFood), layanan pengiriman barang (GoSend), serta layanan belanja kebutuhan sehari-hari (GoMart).

Inisiatif ini merupakan kelanjutan dari dukungan Gojek kepada nakes di tahun 2020 dalam bentuk pendistribusian 500.000 makanan dari mitra usaha GoFood dan 65.000 voucher perjalanan GoRide dan GoCar untuk para tenaga kesehatan di 131 rumah sakit rujukan COVID-19 se-Indonesia.

”Inisiatif ini juga sejalan dengan misi Gojek untuk terus memudahkan keseharian masyarakat Indonesia, termasuk para nakes sebagai garda terdepan dan terpenting di saat pandemi ini,” tambah Kevin.

Upaya Gojek untuk memberikan semangat kepada para Nakes tersebut mendapatkan apresiasi dari Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin dan berharap banyak pihak swasta lain yang meniru inisiatif mulia Gojek. “Kami berharap semakin banyak pihak yang terinspirasi dari komitmen Gojek yang selalu berkelanjutan dalam meringankan beban pandemi COVID-19,” ujarnya.

Bagi para Nakes yang ingin menggunakan paket voucher #SEMANGATNAKES, dapat mengunjungi panduan di blog Gojek. 

Baca Juga: Dukung Perkembangan Startup Indonesia Timur, Gojek-Telkom Cari 1.000 Startup Berprestasi

Tidak hanya memberikan dukungan kepada para Nakes dalam bentuk voucher diskon layanan, Gojek juga terus berupaya untuk meringankan beban para Nakes melalui beragam cara. Salah satunya adalah upaya percepatan program vaksinasi Pemerintah berkolaborasi dengan Halodoc dan Pemerintah Pusat serta Daerah.

Sejauh ini Gojek telah menjalankan program vaksinasi bagi mitra dari Pulau Sumatera hingga Papua, dengan jangkauan 36 kota/kabupaten. Hingga kini, sebanyak ratusan ribu mitra driver dan mitra usaha telah divaksinasi. Khusus bagi para pelanggan yang ingin melakukan vaksinasi, Gojek menyediakan voucher #ANTERINVAKSIN yang memberikan potongan harga senilai total Rp 30.000 dari/ke lokasi vaksinasi.

Selain itu, Gojek juga melakukan penerapan #ProteksiEkstra pada setiap layanan untuk meminimalisir penyebaran virus antara lain dengan cara pembatasan kontak fisik melalui Pengiriman Tanpa Kontak dan Pembayaran Tanpa Kontak, penyediaan infrastruktur perlindungan kebersihan yang disediakan di kendaraan mitra driver selama perjalanan, yaitu sekat pelindung dan pembersih udara, dan banyak lagi.

Gojek juga melakukan edukasi bagi seluruh pengguna ekosistem terkait COVID-19 dan vaksinasi. Dalam hal ini, secara rutin Gojek memberikan edukasi dalam aplikasi baik dalam bentuk in-app notification maupun kopdar dan pelatihan mitra usaha online terkait protokol kesehatan, COVID-19, serta manfaat dan ajakan untuk vaksinasi.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini