Jadi Nahkoda Baru, Yudianto Akan Bawa INKOPPAS ke Dunia Digital

Jadi Nahkoda Baru, Yudianto Akan Bawa INKOPPAS ke Dunia Digital Kredit Foto: INKOPPAS

Ketua Umum Induk Koperasi Pedagang Pasar (INKOPPAS) yang baru Yudianto Tri bertekad untuk menjadikan Inkoppas sebagai Apex Koperasi atau 'Bank Indonesianya' Koperasi-koperasi pedagang pasar (KOPPAS) di Indonesia.

"INKOPPAS bertugas menjaga likuiditas koppas-koppas agar dapat memenuhi kewajibannya kepada pihak ketiga. Kami juga akan melakukan perkuatan permodalan koppas-koppas sehingga pedagang pasar sebagai anggota koppas akan memiliki back-up keuangan dalam menjalankan usaha distribusi kebutuhan bahan pokok," ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Jumat (16/7/2021). Baca Juga: Bantu Transformasi ke Bank Digital, Metrodata Gandeng Perusahaan Teknologi Kelas Dunia

Lanjutnya, ia mengatakan untuk mewujudkan Inkoppas sebagai Bank Indonesia (BI)-nya koppas, maka langkah yang pertama dilakukan menurutnya memodernisasi koppas dengan mendorong koppas memasuki layanan digital. Baca Juga: Pertumbuhan E-Commerce Melesat, Shipper Operasikan 222 Gudang Berbasis Digital di 35 Kota

"Layanan kepada pedagang pasar menggunakan aplikasi digital berbasis android dan IOS menggunakan smartphone yang aplikasinya masih dalam pilot projects. Pedagang sudah tidak direpotkan oleh kebutuhan untuk tarik, setor, pindah buku, transfer karena berpindah menggunakan aplikasi digital tersebut," katanya.

Pedagang dengan mudah dapat membayar kewajiban seperti retribusi, angsuran kios, service charge pasar dan lain-lain. Bahkan untuk membayar listrik, telepon, dan berbagai tagihan lain sistem digital Inkoppas sudah bisa menjadi payment point.

Menurut dia, jika pedagang pasar melakukan shifting cara mengelola keuangan dengan menggunakan sistem digital yang tengah dikembangkan.

"Sehingga dalam ekosistem pedagang pasar akan terbentuk big data yang menyajikan shopping list bagi mitra lembaga keuangan manakala akan memberikan pinjaman dana, atau menyajikan data kebutuhan barang untuk prinsipal, produsen dan pabrikan manakala akan memasok barang di pasar," tandas dia.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Selanjutnya
Halaman

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini