Kementerian BUMN Inginkan Cofiring Biomassa Capai 20 Persen dari Energi Primer

Kementerian BUMN Inginkan Cofiring Biomassa Capai 20 Persen dari Energi Primer Kredit Foto: Sufri Yuliardi

Kementerian BUMN menyambut baik kerja sama cofiring biomassa yang tertuang dalam Head of Agreement yang melibatkan PT PLN, PT Perkebunan Nusantara III, dan Perhutani yang berlangsung hari ini secara daring.

"Kerja sama ini disambut dengan baik karena memungkinkan kita memproduksi energi untuk terus berupaya mengurangi emisi. Upaya ini akan meningkatkan keekonomian dari biomassa bagi dua perusahaan BUMN, yaitu PTPN dan Perhutani," ujar Pahala Nugraha Mansury, Wakil Menteri BUMN I, Jumat (16/7/2021).

Baca Juga: PLN, Perum Perhutani, dan PTPN Jalin Kerja Sama Cofiring Biomassa

Pahala mengatakan, PTPN III mampu menghasilkan sebanyak 2 ton tandan kosong yang dinilainya memiliki potensi besar untuk digarap Perhutani dengan menyediakan biomassa kepada PLN. Khususnya Perhutani, tambah Pahala, jenis biomassa yang akan digunakan seperti yang dihasilkan PT Perkebunan Nusantara, memiliki nilai keekonomian yang harus diperhitungkan dengan matang.

"Kita harapkan betul-betul pencapaian biomassa sebagai bahan untuk melakukan energi primer cofiring yang mudah-mudahan bisa mencapai 20 persen dari energi primer yang akan digunakan khususnya batu bara. Mudah-mudahan secara bertahap akan kita capai," katanya.

Pahala juga meminta kepada kedua penyedia dalam hal ini Perhutani dan PT PN III untuk menyediakan dan memastikan adanya logistik pengangkutan yang efisien. Sebab, keekonomian dari transaksi biomassa tergantung jumlah biaya logistik dan rantai pasokan dapat dilakukan seefisien mungkin. Hal ini perlu dilakukan agar memastikan nilai keekonomian dapat dicapai dan tidak merugikan satu sama lain.

"Mudah-mudahan kegiatan yang bersinergi antar-BUMN yang memiliki pengaruh bukan hanya peningkatan value, melainkan juga peningkatan value dalam bentuk lain seperti menurunkan emisi betul-betul kita tingkatkan. Seperti 4 prioritas di PLN salah satunya meningkatkan energi yang lebih hijau," jelasnya.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini