Melalui Cofiring Biomassa, Kementerian BUMN Kejar Target Emisi Nol Bersih

Melalui Cofiring Biomassa, Kementerian BUMN Kejar Target Emisi Nol Bersih Kredit Foto: Sufri Yuliardi

Wakil Menteri BUMN I, Pahala Nugraha Mansury, mengatakan bahwa saat ini dunia termasuk Indonesia tengah menghadapi transformasi yang luar biasa dari sisi perkembangan energi. Hal tersebut berdasarkan Perjanjian Paris yang menghasilkan keputusan target emisi nol bersih (net zero emission) antara tahun 2050-2060.

Untuk mencapai itu, target terdekat Pemerintah Indonesia adalah mengurangi emisi sebesar 29 persen di tahun 2030. Pahala menyebut, hal tersebut sebagai tantangan terbesar Indonesia yang mengalami pertumbuhan di atas 5 persen.

Baca Juga: Kementerian BUMN Inginkan Cofiring Biomassa Capai 20 Persen dari Energi Primer

"Hal tersebut akan mendorong penggunaan energi di atas 5 persen pertumbuhan setiap tahun sehingga Indonesia bisa mencapai pengurangan emisi 29 persen tersebut dalam 10 tahun mendatang menjadi tantangan tersendiri," katanya pada di sela sambutan kerja sama Head of Agreement yang melibatkan PT PLN, PT PN III, dan Perhutani, Jumat (16/7/2021).

Pahala mengatakan saat ini membutuhkan upaya non business as usual bagi Indonesia, khususnya PLN yang satu-satunya menjadi penyedia jasa listrik di Indonesia. Oleh karena itu, cofiring biomassa dianggap sebagai salah satu upaya untuk mendukung pengurangan emisi.

Penggunaan biomassa dianggap mampu mengurangi jenis energi primer lainnya yang memiliki emisi yang lebih besar dibandingkan cofiring dengan biomassa. Kolaborasi ketiga BUMN tersebut, kata Pahala, diharapkan mampu meningkatkan kemandirian atas energi di Indonesia. Melalui sumber energi yang diproduksi secara mandiri, diharapkan Indonesia mampu mengurangi impor.

"Dan, meningkatkan keekonomian dari biomassa itu sendiri yang akan memberikan hasil bukan hanya kepada PLN saja, tapi kepada Perhutani dan PTPN dan masyarakat di sekeliling yang dikelola Perhutani dan PTPN," jelasnya.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini