Haramkan Vaksin Berbayar, PAN: Vaksin Harus Gratis!

Haramkan Vaksin Berbayar, PAN: Vaksin Harus Gratis! Kredit Foto: Antara/Didik Suhartono

Sekjen DPP PAN Eddy Soeparno menjelaskan program vaksinasi yang digelar PAN di Uhamka, Jakarta Selatan merupakan upaya partainya untuk bahu membahu menghadapi Pandemi Covid-19. Vaksinasi gratis ini akan terus dilanjutkan ke kota-kota di seluruh Indonesia. 

"PAN adalah partai pertama yang menggelar vaksinasi gratis untuk masyarakat. Sebelumnya kami adakan di Bekasi, Jakarta dan hari ini dilaksanakan oleh DPP PAN. Besok juga akan kami laksanakan di Jawa Barat dan dilanjutkan ke seluruh Indonesia," kata Wakil Ketua Komisi VII DPR RI ini, di Jakarta, Sabtu 17 Juli 2021. 

Baca Juga: Jokowi Sudah Batalkan Vaksin Berbayar, Sudjiwo Tedjo Semprot Warganet yang Masih Ribut-Ribut!

PAN, kata Eddy menegaskan bahwa vaksinasi seharusnya diberikan secara gratis kepada masyarakat dan tidak berbayar. 

“Ada 2 prinsip pokok vaksinasi. Pertama vaksin itu gratis. Jadi harus diberikan gratis kepada masyarakat, tidak boleh masyarakat membayar membeli vaksin itu," kata dia.

"Kedua, di tengah Pandemi yang belum juga selesai ini maka vaksinasi harus dilaksanakan secara cepat, harus dipesan secara cepat dan distribusi harus cepat. Divaksinasi kepada warga pun juga harus cepat," lanjutnya.

Baca Juga: Indonesia Terima 1,04 Juta Vaksin AstraZeneca dari Perjanjian Bilateral

Eddy bersyukur karena masyarakat antusias menyambut vaksinasi yang dilaksanakan PAN. Pihaknya berharap inisiatif yang dilaksanakan PAN ini bermanfaat untuk masyarakat.

"Dalam 3 hari kami membuka pendaftaran animo masyarakat sangat tinggi sampai mencapai 1000 orang. Semoga apa yang kami lakukan ini bisa menjadi ikhtiar untuk kesehatan masyarakat sekaligus usaha bersama keluar dari Pandemi ini," ucap dia.

Acara dihadiri Sekjen PAN Eddy Soeparno, Ketua Fraksi PAN DPR RI Saleh Daulay, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Zita Anjani, Wasekjen DPP PAN dr.Irvan Herman dan Farazandi Fidinansyah, Ketua DPW DKI Jakarta Eko Patrio, Ketua DPW PAN Jawa Barat Desy Ratnasari dan Ketua DPW PAN Jawa Timur Rizki Sadig.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Lihat Sumber Artikel di Viva Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Viva. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Viva.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini