Ramai Video Pria Berdarah-darah di Posko PPKM, Polisi Beri Penjelasan Gini

Ramai Video Pria Berdarah-darah di Posko PPKM, Polisi Beri Penjelasan Gini Kredit Foto: Sufri Yuliardi

Video pria dengan wajah berlumuran darah viral di sosial media (medsos) Facebook hingga tersebar di sejumlah grup WhatsApp, Sabtu (17/7/2021).

Dalam video yang beredar, wajah pria itu tampak berdarah-darah. Dia mengaku tertusuk pena saat berada di Pos penyekatan PPKM Darurat di perbatasan Kota Padang dan Kabupaten Solok.

Dalam rekaman video, pria itu mengaku keluar dari Kota Padang untuk melihat truk miliknya yang terbalik. Lantas, dia melapor ke petugas pos PPKM untuk keluar dan akan kembali ke Padang.

"Tidak lebih dari setengah jam (lokasi truknya yang terbalik). Sampai di sini ketika saya mau balik ke rumah, saya dihambat. Ditanyanya sama siapa tadi melapor, namun saya lupa, karena begitu banyak petugasnya," katanya.

Baca Juga: Viral! Petugas Gabungan Diusir Warga Sekampung saat Razia PPKM Darurat

"Akhirnya saya didorong pak, saya megang pena pak. Tertusuk ke mata saya, sudah buta pak," sebutnya lagi.

Selain itu, pria itu juga menyebutkan nama komandan Pos PPKM perbatasan Padang-Solok saat itu.

"Ini komandannya disini pak Nesmon pak. Banyak lagi yang lain-lain. Semua aparat," katanya.

Pria juga bersumpah bahwa dirinya didorong oleh petugas sehingga matanya tertusuk pena.

Baca Juga: Giliran Viral di Sosmed, Aksi Satpol PP yang Rusak Ukulele Akan Diberi Sanksi

"Demi Allah, demi Rasulullah SAW. Didorongkan oleh anggota pak Nesmon. Mata saya buta. Masuk pena satu pak. Ini darahnya semua pak," sambil memperlihatkan tangannya berlumuran darah.

Diketahui, komandan yang disebutkan pria tersebut merupakan Kapolsek Lubuk Kilangan AKP Lija Nesmon. Dia pun membenarkan peristiwa itu kepada awak media.

Menurut Nesmon, pria di video tersebut bernama Awaludin Rao. "Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (16/7/2021) sekitar pukul 02.30 malam. Pria ini tidak bisa menunjukkan syarat masuk Kota Padang," katanya.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di Suara.com Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Suara.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Suara.com.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini