Muhammadiyah Sebut-sebut Soal Nyawa, Tak Pantas Bermain-main Statistik, Mohon Dibaca...

Muhammadiyah Sebut-sebut Soal Nyawa, Tak Pantas Bermain-main Statistik, Mohon Dibaca... Kredit Foto: GenPI

Pandemi covid-19 di Indonesia dikomentari Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir. Menurutnya, satu nyawa manusia itu sangat berharga.

Haedar mengatakan, dirinya tak ingin ada pihak yang menganggap enteng jumlah nyawa yang hilang akibat pandemi covid-19.

Baca Juga: Bagaimana Kondisi Habib Rizieq di Tengah Tingginya Angka Covid-19? Ternyata...

Apalagi sampai membanding-bandingkan dengan jumlah kesembuhan atau hal lain.

"Kematian karena wabah, perang, atau hal lain, itu tetap satu nyawa berharga," kata Haedar dalam keterangan tertulisnya, Minggu (18/7).

Menurutnya, tak pantas bermain-main dengan statistik di kondisi saat ini.

Haedar mengatakan, ini bukan soal takut atau tidak takut, tetapi soal kedisiplinan dalam menjalanlan prokes yang akan berpengaruh kepada keadaan sekitar.

Alih-alih bermain statistik, lebih baik mengedepankan rasa empati untuk warga.

Haedar menyarankan, melawan pandemi harus dengan rasionalitas objektif, ilmiah, tetapi ada dimensi spiritualisnya.

"Ingat saudara-saudara kita yang dibawa ke rumah sakit, tetapi tidak bisa ditangani sepenuhnya sampai akhirnya meninggal. Itu, penderitaan luar biasa," katanya.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Lihat Sumber Artikel di GenPI Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini