Petugas Lapas Depok Diciduk Polisi, Kasusnya Bikin Geleng-geleng Kepala

Petugas Lapas Depok Diciduk Polisi, Kasusnya Bikin Geleng-geleng Kepala Kredit Foto: JPNN

Tim Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Metro Jakarta Barat membekuk seorang petugas lembaga pemasyarakatan (Lapas) Depok berinisial A. Polisi meringkus A atas dugaan penyalahgunaan narkoba jenis sabu-sabu.

Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat AKBP Ronaldo Maradona Siregar mengatakan, A ditangkap pukul 03.30 WIB di salah satu kamar indekos di kawasan Slipi pada Jumat (25/6).

Barang bukti yang diamankan polisi dari tersangka A, yakni satu paket narkotika jenis sabu-sabu dengan berat 0,52 gram.

"Satu buah alat hisap narkotika berupa Cangklong dan bong bekas sisa pakai, empat butir Obat Alprazolam dan satu unit handphone," kata Ronaldo dalam keterangannya, Minggu (18/7/2021). Baca Juga: Taktik Ardi Bakrie dan Nia Ramadhani untuk Dapatkan Barang Haram Narkoba, Ternyata....

Ronaldo menjelaskan, hasil tes urine petugas Lapas itu juga positif mengandung amphetamine dan methamphetamine atau sabu dan Benzo.

"Tersangka A mendapatkan narkotika tersebut dari Tersangka M yang juga berhasil diamankan pada tanggal 28 Juni 2021," ucapnya.

Menurut Ronaldo, A mengenal tersangka M sejak 2009. Kala itu, M masih berstatus narapidana di Lapas Depok.

Atas perbuatannya, A dikenakan Pasal 112 Ayat (1) jo Pasal 127 Ayat (1) huruf (a) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Baca Juga: Lion Parcel Gagalkan Pengiriman Narkoba dalam Paket Kerupuk

Kemudian, Pasal 62 UU RI Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika dengan ancaman pidana penjara maksimal 12 tahun.

Ronaldo mengatakan kedua tersangka telah dilakukan penahanan sejak 28 Juni 2021.

Pada penanganan perkara ini, Satresnarkoba Polrestro Jakbar juga telah berkoordinasi dengan Kemenkumham dan Ditjen Lapas.

"Perkembangan saat ini penyidik telah melengkapi dan mengirimkan berkas perkara ke Kejaksaan Negeri Jakarta Barat," pungkas Ronaldo.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Lihat Sumber Artikel di JPNN Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan JPNN. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab JPNN.

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini