Nyelekit di Telinga Amerika, China: Perang 20 Tahun di Afghanistan Percuma

Nyelekit di Telinga Amerika, China: Perang 20 Tahun di Afghanistan Percuma Kredit Foto: Getty Images/AFP/Wakil Kohsar

China mengatakan perang Amerika Serikat selama 20 tahun di Afghanistan tidak membawa perdamaian ke negara yang menyaksikan puluhan ribu warganya terbunuh itu.

“Ketika Amerika Serikat menarik diri dari Afghanistan hari ini, itu harus mencerminkan perannya dalam masalah Afghanistan dan mempertimbangkan bagaimana memenuhi kewajibannya untuk rekonsiliasi dan rekonstruksi Afghanistan,” kata Menteri Luar Negeri China Wang Yi dalam kunjungannya ke Tajikistan.

Baca Juga: Pentolan Afghanistan Bersumpah Capai Damai dengan Afghanistan Meski dalam Pertempuran

Berbicara dalam konferensi pers pada Selasa, Wang mengatakan harapan China untuk masa depan Afghanistan adalah untuk membangun rezim yang luas dan inklusif, menerapkan kebijakan Muslim yang bijaksana, dengan tegas memerangi semua terorisme dan tren ekstrem dan berkomitmen untuk hidup berdampingan secara bersahabat dengan semua negara tetangga.

Menteri mengatakan China memiliki tiga keharusan ketika datang ke Afghanistan.

“Pertama, untuk menghindari perluasan perang di Afghanistan, terutama untuk mencegah perang saudara skala penuh di Afghanistan,” ungkap Wang.

Kedua, tambah dia, untuk memulai kembali negosiasi internal Afghanistan sesegera mungkin untuk mencapai rekonsiliasi politik, dan ketiga, untuk mencegah berbagai kekuatan teroris mengambil kesempatan untuk duduk di Afghanistan.

Wang mengatakan China mendukung semua upaya yang kondusif terhadap realisasi tujuan tersebut serta bersedia untuk berkomunikasi dan berkoordinasi dengan semua pihak, melakukan mediasi diplomatik dan menyediakan fasilitas yang diperlukan.

Pernyataan Wang muncul usai AS dan pasukan sekutu keluar dari Afghanistan setelah memerangi Taliban selama dua dekade. AS dan Taliban menandatangani kesepakatan pada Februari tahun lalu, membuka jalan bagi pasukan asing untuk menarik diri dari Afghanistan, pembebasan tahanan, penghapusan para pemimpin Taliban dari daftar hitam teror dan dukungan internasional untuk membangun kembali negara itu.

Keluarnya pasukan asing menyebabkan Taliban meningkatkan tekanan pada pemerintahan Kabul dengan banyak distrik jatuh ke tangan mereka. Selain mengambil alih pemerintahan distrik, Taliban melanjutkan diplomasinya dengan mengirim delegasi ke Iran dan Rusia.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini