Besok Meluncur ke Luar Angkasa, Penerbangan Jeff Bezos Ternyata Jauh Berbahaya dari Richard Branson

Besok Meluncur ke Luar Angkasa, Penerbangan Jeff Bezos Ternyata Jauh Berbahaya dari Richard Branson Kredit Foto: Instagram/Jeff Bezos

Pendiri Amazon, Jeff Bezos akan menyusul miliarder Richard Branson ke tepi luar angkasa. Bezos akan meluncur pada 20 Juli 2021 mendatang melalui perusahaan luar angkasanya, Blue Origin dengan roket New Shepard. Pilihan tanggal tersebut adalah bertepatan dengan peringatan ke-52 tahun pendaratan Apollo 11 di Bulan.

Namun, ternyata peluncuran Jeff Bezos jauh lebih berbahaya dengan Richard Branson yang sukses ke luar angkasa pada 11 Juli 2021 dengan pesawatnya VSS Unity milik perusahaannya, Virgin Galactic. Branson terbang dengan pesawat pada umumnya dengan kapsul bersama dua pilot.

Sementara itu, dilansir dari Live Science di Jakarta, Senin (19/7/21) Bezos akan menuju ketinggian sub orbital dengan roket New Shepard yang melaju vertikal tanpa pilot.

Baca Juga: Perbandingan Harga Tiket Luar Angkasa Jeff Bezos vs Richard Branson, Lebih Murah Mana?

Sejauh ini, New Shepard sudah melakukan 15 kali tes uji coba tanpa awak dan baru satu kali gagal parsial di mana kapsul penumpang mendarat dengan selamat namun pendorong roketnya jatuh.. Meski demikian peluncuran New Shepard seperti menerbangkan roket yang tentu lebih berisiko.

Roket New Shepard dapat menampung hingga enam penumpang dan akan diluncurkan dari landasan peluncuran Texas Barat hingga ketinggian 62 mil (100 kilometer), yang sering dianggap sebagai batas ruang angkasa.

Meski demikian, para ahli sepakat bahwa sebagian besar peluncuran yang persiapannya sudah sangat matang dilakukan, memiliki tingkat kegagalan sekitar 1 dari 1.000 penerbangan.

Perlombaan orang terkaya dunia ke luar angkasa masih terus terjadi. Setelah Richard Branson, Jeff Bezos akan menyusul ke luar angkasa pada 20 Juli mendatang bersama saudaranya Mark Bezos, pelopor kedirgantaraan legendaris Wally Funk dan Oliver Daemen, yang baru berusia 18 tahun.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini