Lihat Baik-baik! Begini Aksi Nyata China buat Mendamaikan Israel dan Palestina

Lihat Baik-baik! Begini Aksi Nyata China buat Mendamaikan Israel dan Palestina Kredit Foto: Reuters/Thomas Peter

Menteri Luar Negeri China Wang Yi memfasilitasi para juru runding Palestina dan Israel untuk bernegosiasi secara langsung di negara ekonomi terbesar kedua di dunia itu. Hal tersebut ditekankan Wang pada simposium penyokong perdamaian Palestina dan Israel yang difasilitasi Beijing pada Kamis (15/7/2021).

Dalam kesempatan tersebut, dia mengajukan empat usulan. Yang pertama, mendorong komitmen bersama demi terciptanya perdamaian, mendesak para pemangku kepentingan mencegah kekerasan, dan memperluas peran para penyokong perdamaian. 

Baca Juga: Nyelekit di Telinga Amerika, China: Perang 20 Tahun di Afghanistan Percuma

"Kami akan terus mengundang para pemuda Palestina dan Israel datang ke China untuk berdialog guna menumbuhkan benih-benih perdamaian," ujar Wang yang juga menjabat anggota Dewan Negera atau setingkat menteri koordinator.

Kedua, China menyerukan upaya lebih lanjut pembicaraan damai. Menandai 30 tahun Konferensi Perdamaian Madrid, dia mengingatkan bahwa prinsip "tanah untuk perdamaian" yang didengungkan dalam konferensi tersebut merupakan bagian dari proses terciptanya perdamaian Palestina-Israel.

Ketiga, terkait dengan kesulitan yang dialami oleh rakyat Palestina, dia menyerukan pentingnya peningkatan bantuan kemanusiaan ke Palestina dan mencabut blokade dan pengepungan di Gaza.

China telah memberikan bantuan kemanusiaan senilai 1 juta dolar AS ke Palestina dan menyumbangkan 1 juta dolar AS dalam bentuk tunai kepada Badan PBB urusan Pengungsi Palestina (UNRWA) setelah eskalasi ketegangan Palestina dan Israel mereda pada Mei lalu.

Keempat, Wang menegaskan kembali pentingnya mencari solusi untuk dua negara. Baca Juga: Yi Fanping Sebut Hal Ini Membuktikan Vaksin Buatan China Aman dan Efektif "Solusi yang bias atau eksklusif tidak akan berhasil. China mendukung PBB dalam memainkan peran utama," kata Wang menambahkan.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini