Uni Eropa Larang Jilbab, Turki Maju Paling Depan Bilang Kalau...

Uni Eropa Larang Jilbab, Turki Maju Paling Depan Bilang Kalau... Kredit Foto: Instagram/Recep Tayyip Erdogan

Turki mengutuk keputusan pengadilan tinggi Uni Eropa yang mengizinkan perusahaan-perusahaan di negara-negara anggota blok itu untuk melarang karyawannya memakai penutup kelapa.

Kementerian Luar Negeri Turki menegaskan bahwa keputusan Pengadilan Eropa melanggar kebebasan beragama.

Baca Juga: Ada Kemajuan, Turki Mau Balikan Lagi dengan Israel tapi Langkah-langkahnya...

"Kami mengutuk keputusan itu, yang secara hukum salah dan berbahaya karena akan memicu Islamofobia," jelas kementerian dalam sebuah pernyataan.

Pernyataan itu juga menyebut putusan pengadilan sebagai “upaya untuk memberikan ruang bagi Islamofobia dan intoleransi terhadap Muslim di Eropa".

Pada Kamis, Pengadilan Eropa memutuskan memberi hukuman skors untuk dua perempuan Muslim di Jerman karena mengenakan kerudung di kantor mereka.

Menurut pengadilan, perusahaan di negara-negara UE dapat melarang karyawan mengenakan jilbab jika mereka perlu menampilkan citra netral kepada pelanggannya.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini