Kisah Orang Terkaya: John Tu, Partner Pendiri Kingston Technology, Raksasa Pembuat Kartu Memori

Kisah Orang Terkaya: John Tu, Partner Pendiri Kingston Technology, Raksasa Pembuat Kartu Memori Kredit Foto: Twitter/Forbes

Salah satu pendiri Kingston Technology, John Tu ialah miliarder dan salah satu orang terkaya di dunia. Forbes mencatat kekayaan John Tu mencapai USD8,4 miliar (Rp121 triliun). Pria kelahiran China pada 1941 ini pindah ke Taiwan pada 1949.

John Tu kemudian berimigrasi ke Jerman dan memperoleh gelar di bidang Teknik Elektro pada tahun 1970. John Tu kemudian pindah ke California setelah menyelesaikan studinya, di sana dia bertemu dengan David Sun.

Keduanya pun mendirikan sebuah perusahaan bernama Camintonn pada tahun 1980 dari garasi mereka. Enam tahun kemudian, pada tahun 1986, Tu dan Sun menjual perusahaan mereka seharga USD6 juta.

Baca Juga: Kisah Orang Terkaya: David Sun, Pendiri Kingston Technology, Pembuat Kartu Memori Terbesar di Dunia

Pada tahun 1987, keduanya kembali mendirikan perusahaan lain, Kingston Technology. Perusahaan ini lahir dengan mengingat kekurangan chip memori di pasar teknologi tinggi dan telah menjadi perusahaan revolusioner dalam tren baru di pasar.

Kingston pun tumbuh begitu besar sehingga Softbank menunjukkan minat dan mengakuisisi 80% dari Kingston seharga USD1,5 miliar pada tahun 1996. Pada tahun 1998, Kingston diberi tempat ke-2 di Majalah Fortune “100 Perusahaan Terbaik untuk Bekerja di Amerika Serikat”.

Pada tahun 1999, Tu mencapai tonggak sejarah lain dengan membeli kembali 80% dari Kingston yang diakuisisi oleh Softbank tiga tahun lalu.

Kini, Kingston memiliki lebih dari 4.000 karyawan, perusahaan saat ini menjadi pembuat memori terbesar di dunia. Selain itu, Tu terkenal dengan pekerjaan filantropisnya, menjadi pendukung utama Freedom Writers Foundation, dan menyumbangkan jutaan dolar ke berbagai sekolah dan universitas. Dia juga bermain drum di bandnya, JT dan California Dreamin.

Kingston adalah bagian dari daftar 500 perusahaan swasta yang terbesar di Bumi. Ini terus menghasilkan pendapatan miliaran setiap tahun, merancang dan membuat item memori yang digunakan di laptop, desktop, server, PDA, kamera digital, ponsel, dan printer.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini