KPCPEN Apresiasi Mayoritas Masyarakat Setuju Program Vaksinasi Covid-19

KPCPEN Apresiasi Mayoritas Masyarakat Setuju Program Vaksinasi Covid-19 Kredit Foto: Sufri Yuliardi

Berdasarkan hasil riset yang dilakukan Lembaga Survei Indonesia (LSI), 84,9% masyarakat Indonesia setuju terhadap program vaksinasi COVID-19.

Menanggapi hasil survei tersebut, KPCPEN melihat itu adalah suatu hal yang positif. “Ini bagus sekali, di saat sedang tingginya lonjakan kasus COVID-19, 84,9% masyarakat Indonesia setuju terhadap program vaksinasi COVID-19 dan terdapat 68,6% masyarakat percaya bahwa vaksin dapat mencegah penularan virus COVID-19,” terang Arya Sinulingga, Koordinator Komunikasi Publik Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN).

Baca Juga: Pembuat Vaksin Sputnik V Ajak Uji Coba Vaksin Campuran, Eh yang Berminat Ada?

Arya menjelaskan bahwa kepercayaan publik merupakan hal penting, karena peran serta dan partisipasi publik jadi salah satu elemen penentu sukses-tidaknya penanganan pandemi. Vaksin COVID-19 yang saat ini sudah disuntikkan lebih dari 50 juta dosis, tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan kekebalan tubuh sehingga jika ada orang yang tertular virus tersebut, diharapkan tidak mengalami sakit berat.

“Untuk mencegah agar kita tidak tertular virus COVID-19 adalah dengan disiplin protokol kesehatan, sering mencuci tangan, memakai masker rangkap, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas,“ terang Arya.

Senada dengan Arya, Ahli Virologi dan Molekuler Biologi Universitas Udayana Prof. I Gusti Ngurah Mahardika mengatakan, pandemi COVID-19 kembali merebak hebat kembali di banyak negara di dunia. Tentu hal ini mengkhawatirkan banyak orang jika vaksin yang sudah digunakan di dunia tak bekerja optimal.

Menurutnya, terinfeksi bisa saja terjadi. Kasus positif COVID-19 boleh naik asal tak bergejala berat. Dia menambahkan, di negara yang capaian vaksinasi COVID sudah di atas 50 persen, kematian rendah walau lonjakan kasus positif kembali tinggi. Berdasarkan pengamatannya, lanjut Prof. Mahardika, hal ini terjadi di beberapa negara seperti Inggris, Jeman, dan Amerika Serikat yang capaian vaksinasi telah tinggi.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini