Sering Pergi ke Makam, Anies Dapat Teguran Keras

Sering Pergi ke Makam, Anies Dapat Teguran Keras Kredit Foto: GenPI

Direktur Center for Youth and Population Research (CYPR) Dedek Prayudi menyoroti langkah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. 

Menurut Dedek, Anies Baswedan tidak mementingkan sains untuk menangani covid-19 di Jakarta, tetapi hanya untuk menarik perhatian. 

Baca Juga: Hasil Survei Bikin Anies Baswedan Kena Sentil...

Uki, sapaan akrabnya, mengomentari unggahan Anies yang mana sedang duduk bersama seseorang di sebuah makam. 

"Ini sih bukan sains, melainkan gimik. Jadi, saya nggak pernah paham kalau Anies kerap menggunakan jargon sains," ucap Uki kepada GenPI.co, Senin (19/7). 

Uki menjelaskan, dalam komunikasi politik, apa yang dilakukan Anies ialah hanya pendekatan emosional. 

Dengan demikian, dia mempertanyakan maksud dari ucapan Anies terkait mengedepankan sains. 

"Dalam komunikasi politik, ini bertipe haru biru. Jadi, aneh kalau Anies bilang sains lebih penting," jelasnya. 

Selain itu, Uki mengatakan Anies mendapat keunggulan lebih karena mendapat bantuan dari pemerintah pusat. 

Sebab, kata dia, fasilitas kesehatan dan beberapa lab untuk covid-19 di wilayah DKI Jakarta merupakan hibah dari pemerintah pusat. 

"Faskes dan lab saja dari pusat," imbuhnya.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Lihat Sumber Artikel di GenPI Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini