Bikin Tepok Jidat! Media Asing Soroti Aksi Pria Bercadar Kecoh Pemeriksaan Covid-19 di Bandara

Bikin Tepok Jidat! Media Asing Soroti Aksi Pria Bercadar Kecoh Pemeriksaan Covid-19 di Bandara Kredit Foto: Antara/Fauzan

Seorang pria Indonesia yang menyamar dengan berpakaian sebagai istrinya ditangkap di bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta. VICE News menyoroti, pria yang menggunakan hasil tes Covid-19 negatif istrinya untuk naik pesawat bisa lolos karena mengenakan cadar.

Upaya yang tidak biasa terjadi di Jakarta, ibu kota Indonesia yang dilanda pandemi, yang telah mengambil alih India sebagai pusat pandemi baru—mencatat lebih dari 50.000 kasus harian baru selama akhir pekan, meskipun para ahli kesehatan mengatakan jumlah sebenarnya bisa jauh lebih tinggi.

Baca Juga: Kata Anies: COVID Gak Kenal Agamamu Apa

Dalam beberapa hari terakhir, negara itu telah mencatat lebih dari 1.000 kematian setiap hari, lebih tinggi dari India dan Brasil. Lebih dari 70.000 orang telah tewas sejak pandemi melanda Indonesia, tetapi negara ini hanya memvaksinasi sekitar enam persen dari populasinya yang hampir 300 juta orang.

Laporan media lokal mengatakan penumpang maskapai, yang diidentifikasi hanya dengan inisial “DW,” berhasil melewati petugas keamanan dan kesehatan di bandara di Jakarta yang menangani banyak penerbangan domestik. Dia lolos dengan naik pesawat menuju kota kelahirannya di pulau Ternate.

Untuk mencapai hal ini, dia dilaporkan mengenakan cadar istrinya, kerudung yang dikenakan oleh beberapa wanita Muslim untuk menutupi hampir seluruh wajah. Akan tetapi dia tertangkap saat menggantinya di beberapa titik selama perjalanan.

Dia kemudian dinyatakan positif Covid-19.

Pejabat yang menerima "DW" setibanya di Ternate mengatakan mereka akan meningkatkan upaya pemeriksaan keamanan sehubungan dengan insiden tersebut. Setelah pria itu dinyatakan positif, dia diangkut ke rumahnya dengan ambulans, menurut CNN Indonesia.

“Tersangka masih melakukan isolasi mandiri di rumah. Dia akan diinterogasi setelah dia dinyatakan negatif,” kata Kapolsek Adip Rojikan dari kepolisian Maluku Utara seperti dikutip dalam laporan terpisah, sebagaimana dilansir VICE News.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Selanjutnya
Halaman

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini