Benarkah Takut Covid-19 Itu Hukumnya Musyrik?

Benarkah Takut Covid-19 Itu Hukumnya Musyrik? Kredit Foto: Antara/Muhammad Adimaja

Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Buya Anwar Abbas meluruskan anggapan yang masih ada di tengah masyarakat, yang menyebut bahwa takut terhadap Covid-19 berarti musyrik.

Menurut dia, itu pemahaman yang keliru. Dia mengutip Alquran sebagai argumentasi. Allah SWT berfirman: 

Buya Anwar menjelaskan ketakutan adalah hal ilmiah. Dia melanjutkan, ketakutan ada dua kategori. Pertama adalah takut kepada makhluk. Dan kedua adalah takut kepada Allah SWT.

"Kalau takut kepada singa, kita menghindarinya. Takut pada Covid-19, kita berusaha menjauhkan diri kita dari paparan Covid itu," katanya, Senin (19/7).

Sedangkan, jika takut kepada Allah SWT, maka setiap Muslim tidak disuruh untuk menjauhi Allah, tetapi diperintahkan untuk mendekat dan semakin mendekat kepada Allah SWT.

"Jadi kami mohon betul terkait pemahaman tentang takut kepada Covid-19 ini, jangan sampai menganggap itu akan membawa kemusyrikan. Takut kepada khaliq itu tidak sama dengan takut kepada makhluk," ucapnya.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini