Ilustrator Kartun Nabi Muhammad Akhirnya Meninggal Dunia, Sempat Dilindungi Negara

Ilustrator Kartun Nabi Muhammad Akhirnya Meninggal Dunia, Sempat Dilindungi Negara Kredit Foto: Unsplash/Nick Karvounis

Kurt Westergaard, ilustrator Denmark di balik kartun Nabi Muhammad SAW yang memicu kontroversi, meninggal dunia dalam usia 86 tahun. Pihak keluarga menyampaikan berita itu kepada surat kabar Berlingske.

Westergaard mengembuskan napas terakhir dalam tidurnya setelah lama sakit. Ilustrator tersebut disorot sebab membuat 12 gambar karikatur tentang Nabi Muhammad yang diterbitkan oleh surat kabar Jyllands-Posten pada Oktober 2005.

Seperti sejumlah orang lain yang terkait dengan kartun, Westergaard hidup di bawah perlindungan polisi selama tahun-tahun terakhir hidupnya. Alamat pria yang bekerja di Jyllands-Posten sejak pertengahan 1980-an itu bahkan dirahasiakan.

Sebab dia disebut sudah mengusik ranah sensitif dari agama tertentu. Pada awal 2010, polisi Denmark menangkap seorang warga Somalia berusia 28 tahun bersenjatakan pisau di rumah Westergaard yang berencana untuk membunuhnya.

Dalam ajaran Islam, penggambaran sosok Muhammad tidak dianjurkan supaya mencegah pemujaan berhala. Meski atas nama kebebasan berpendapat, gambar-gambar Westergaard dan tim telah menyinggung Muslim global.

Rangkaian gambar kartun berjudul "The Face of Mohammed" itu semula tidak mendapat perhatian, tetapi menjadi kontroversi setelah penerbitan ulang oleh beberapa media lain. Karikatur memicu kemarahan Muslim di seluruh dunia.

Setelah dua kali penerbitannya, sebuah demonstrasi pecah di Kopenhagen. Menyusul protes para duta besar dari negara-negara Muslim di Denmark, lantas menjadi aksi kekerasan anti-Denmark di kalangan Muslim pada Februari 2006.

Kekerasan yang terkait dengan kartun tersebut memuncak dalam pembantaian pada 2015 yang menewaskan 12 orang di surat kabar mingguan satire Charlie Hebdo. Media Prancis itu juga mencetak ulang kartun Nabi Muhammad, dikutip dari laman Mirror.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini