Akseleran Tutup Kuartal Kedua 2021 dengan Tumbuh 154%

Akseleran Tutup Kuartal Kedua 2021 dengan Tumbuh 154% Kredit Foto: Akseleran

Menutup kuartal kedua tahun 2021, penyelenggara layanan teknologi keuangan (financial technology) berbasis Peer-to-Peer (P2P) Lending Akseleran berhasil tumbuh hingga 154% dibandingkan periode yang sama di tahun lalu. Sepanjang periode April hingga Juni tahun ini, Akseleran telah menyalurkan total pinjaman usaha lebih dari Rp400 miliar dengan rekor tertinggi di sepanjang hampir empat tahun terakhir ini terjadi di bulan Juni yang mencapai sebesar Rp160 miliar lebih.

Ivan Tambunan, CEO & Co-Founder Akseleran, mengatakan bahwa performa positif di kuartal kedua tahun ini melanjutkan pertumbuhan yang terjadi di kuartal pertama. Secara rata-rata bulanan di kuartal kedua ini, Ivan menyampaikan, penyaluran pinjaman usaha Akseleran selama tiga bulan berturut-turut berhasil melampaui target yang ada dengan realisasi di kisaran Rp140 miliar hingga Rp160 miliar.

Baca Juga: Dahsyat, Penyaluran Pembiayaan Fintech Naik 69% di Mei 2021

"Kami akan terus menjaga tren pertumbuhan ini untuk dapat memfasilitasi kebutuhan modal kerja kepada sebanyak-banyaknya para pelaku UMKM khususnya di tengah kondisi pandemi Covid-19. Di sisi lain, momentum pertumbuhan tersebut juga kami jaga dari sisi kualitas pinjaman agar rasio kredit macet (non performing loan/NPL) tetap rendah dengan memfokuskan kepada setiap bisnis usaha yang cashflow-nya baik dan pembayaran pinjamannya dari invoice financing yang masih mendominasi di Akseleran sebesar 70% dari total penyaluran pinjaman usaha secara kumulatif," kata Ivan di Jakarta, Senin (19/7/2021).

Ivan menjelaskan, momentum pertumbuhan Akseleran di sepanjang kuartal kedua tahun ini turut menopang tumbuhnya total penyaluran pinjaman usaha selama semester pertama hingga 106% dibandingkan periode semester pertama tahun 2020. Di sisi lain, katanya, Akseleran juga berhasil menekan rasio NPL di akhir semester pertama 2021 di angka 0,09% atau membaik dari bulan sebelumnya yang berada di 0,12%.

"Saat ini, lima sektor bisnis usaha yang kami fasilitasi berasal dari UMKM di sektor engineering atau konstruksi, business & consumer services, coal & related energy, retail (online merchant), dan oil & gas. Yang tak kalah menggembirakan adalah penyaluran pinjaman usaha Akseleran di luar Pulau Jawa pada semester pertama tahun ini berhasil menembus angka Rp100 miliar lebih atau tumbuh hingga 2,86 kali atau 186% dibandingkan pencapaian di periode yang sama tahun 2020," ujar Ivan.

Menurut Ivan, secara kumulatif Akseleran telah menyalurkan total pinjaman usaha sebesar Rp2,68 triliun kepada 2.500 lebih peminjam. "Kami terus didukung oleh lebih dari 17 institutional lender dan 150 ribu lebih retail (perorangan) lender yang tersebar merata dari Aceh hingga Papua. Ke depan, kami menargetkan untuk memperluas penyaluran pinjaman di luar Pulau Jawa, antara lain di Kalimantan, Sumatra Utara, dan Nusa Tenggara karena daerah-daerah tersebut memiliki banyak proyek di sektor usaha yang menjadi fokus Akseleran," tambah Ivan.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini