Memperbanyak Pos Vaksinasi dan Strategi Jemput Bola

Memperbanyak Pos Vaksinasi dan Strategi Jemput Bola Kredit Foto: Antara/Didik Suhartono

Sejak program vaksinasi massal digelar, antusiasme masyarakat di berbagai daerah sangat tinggi terlebih saat PPKM Darurat ditetapkan. Besarnya animo masyarakat mengikuti vaksinasi ini adalah momentum yang sangat tepat bagi Pemerintah untuk segera melancarkan berbagai strategi percepatan vaksinasi.

Selain harus memastikan ketersediaan vaksin dan kelancaran distribusinya, sudah saatnya sentra-sentra vaksinasi diberbanyak. Strategi menjemput bola misalnya mobil vaksin keliling juga menjadi opsi yang sangat efektif menyentuh warga yang mempunyai keterbatasan akses mobilitas maupun waktu.

Anggota DPD RI Fahira Idris mengungkapkan, tingginya minat masyarakat untuk divaksinasi saat ini harus diantisipasi dengan mendekatkan dan memudahkan masyarakat mengakses vaksin. Oleh karena itu, langkah penting yang harus dilakukan mendekatkan dan memudahkan masyarakat mengakses vaksin salah satunya dengan memperbanyak sentra-sentra dan pos-pos vaksinasi.

Baca Juga: Studi: Vaksin AstraZeneca Beri Perlindungan Seumur Hidup

Agar jangkauan vaksinasi lebih meluas, strategi jemput bola misalnya mobil vaksin keliling seperti yang ada di Jakarta bisa direplikasi di daerah-daerah lain. Percepatan vaksinasi juga membutuhkan perbanyakan tenaga vaksinator dengan melibatkan sebanyak mungkin SDM kesehatan misalnya bidan, tenaga kesehatan di klinik-klinik atau bekerja sama dengan berbagai perguruan atau sekolah tinggi yang memiliki jurusan di bidang kesehatan.

“Antusiasme masyarakat yang sangat tinggi adalah momentum yang sangat tepat untuk memperluas dan menjangkau sebanyak mungkin rakyat untuk divaksinasi. Jangan sampai kita kehilangan momentum ini. Kerahkan semua sumber daya terutama segera mendistribusikan sebanyak mungkin cadangan vaksin yang kita punya. Perbanyak pos-pos dan sentra vaksinasi dan latih sebanyak mungkin tenaga vaksinator agar rakyat lebih mudah melakukan vaksinasi. Kegiatan vaksinasi yang mengakibatkan kerumunan karena terpusatnya sentra-sentra vaksinasi harus kita urai agar tidak terjadi klaster baru,” ujar Fahira Idris di Jakarta (16/7).

Menurut Fahira, selain fokus mengendalikan lonjakan kasus terutama penanganan pasien baik yang dirawat di rumah sakit maupun yang melakukan isolasi mandiri termasuk dampak ikutannya salah satunya memenuhi ketersediaan pasokan oksigen, vaksinasi sebanyak mungkin rakyat juga menjadi prioritas saat itu. Oleh karena itu berbagai upaya dan strategi harus ditempuh semaksimal dan secepat mungkin.

“Gunakan jaringan program imunisasi yang selama ini sudah eksis (posyandu dan klinik). Manfaatkan semaksimal mungkin program upaya kesehatan bersumberdaya masyarakat atau UKBM yang sudah lama eksis yaitu Puskesmas Pembantu dan Pos Kesehatan Desa sebagai sentra vaksinasi. Jalin kolaborasi dengan berbagai stakeholder misalnya jaringan apotek dan sekolah kesehatan (Politeknik Kesehatan dan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan) dan siapkan strategi jemput bola untuk menjangkau mereka yang punya keterbatasan akses. Kecepatan penyebaran virus corona yang sangat luar biasa ini harus bisa kita imbangi dengan percepatan vaksinasi,” pungkas Senator Jakarta ini.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini